Text
Pemanfaatan monumen Pancasila Sakti sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa sekolah menengah atas di Jakarta Timur
ABSTRAK
Putri Dwi Nur Rahma, Pemanfaatan Monumen Pancasila Sakti Sebagai Sumber Belajar Sejarah Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2019.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai pemanfaatan Monumen Pancasila Sakti sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa Sekolah Menengah Atas Di Jakarta Timur. Tempat bersejarah seperti monumen atau museum seringkali dianggap sebagai tempat yang kurang menyenangkan dan kurang menarik. Dengan adanya monumen atau museum di lingkungan sekitar seharusnya dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah bagi guru maupun siswa yang lebih bervariasi dan inovatif.
Penelitian dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti selama enam bulan dari Februari sampai dengan Juli 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengambilan atau mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari wawancara dengan siswa, guru sejarah dan pengelola Monumen Pancasila Sakti. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif naratif atau analisis. Untuk keabsahan data dilakukan dengan trigulasi data.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Monumen Pancasila Sakti merupakan salah satu situs sejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah karena monumen tersebut menceritakan sejarah terjadinya pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh PKI hingga peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965 oleh PKI. (2) Benda-benda koleksi yang terdapat di Monumen Pancasila Sakti dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan bangga kepada generasi penerus khususnya dalam hal ini siswa sekolah. (3) kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan Monumen sebagai sumber belajar sejarah, yaitu Program-program yang akan dilakukan oleh guru atau sekolah dalam kunjungan ke monumen atau museum mengalami kesulitan dalam hal birokrasi dari sekolah maupun pemerintah daerah, guru tidak bisa mengerahkan secara bersama-sama dalam waktu yang sama karena terkait waktu dan tenaga, Siswa atau pengunjung tidak mendapatkan pendampingan oleh petugas monumen, Jauhnya jarak yang ditempuh siswa dari rumah ke Monumen Pancasila Sakti dan ditambah dengan jarak dari gerbang monumen yang cukup jauh untuk mencapai objek Monumen Pancasila Sakti jika ditempuh dengan berjalan kaki.
Kata Kunci : Pemanfaatan Monumen, Sumber Belajar Sejarah
Bibliografi : lembar 103-105
Tidak tersedia versi lain