Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Perbedaan sensitivitas dan akurasi metode mantel-haenszel dan metode beda-p terbakukan dalam deteksi perbedaan fungsi butir

Ahmad Rustam - Nama Orang;

Abstrak
Deteksi Differential Item Functioning (DIF) sangat diperlukan dalam pengembangan
tes. Metode Mantel-Haenszel dan beda-p terbakukan merupakan alat untuk deteksi DIF
berdasarkan asumsi teori klasik. Penelitian dilakukan untuk menyoroti sensitivitas dan
akurasi antara metode Mantel-Haenszel dan metode beda-p terbakukan dalam deteksi
DIF pada kondisi empat ukuran proporsi DIF. Desain simulasi (a) peserta tes masingmasing terdiri 1000 respons baik kelompok referensi maupun fokus, (b) ukuran
proporsi DIF (0.1; 0.25; 0.50; dan 0.75), dan (c) panjang tes pilihan ganda sebanyak 40
butir dan 5 pilihan jawaban. Penelitian menunjukkan bahwa metode Mantel-Haenszel
memiliki sensitivitas sama dengan metode beda-p terbakukan pada proporsi DIF
sebesar 10% dan 25%, namun, ketika ukuran proporsi DIF di atas 25% metode beda-p
terbakukan kurang sensitif dan sebaliknya sensitivitas metode Mantel-Haenszel
meningkat. Metode beda-p terbakukan memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada
metode Mantel-Haenszel pada proporsi DIF sebesar 10%, namun, perbedaannya tidak
begitu besar, sehingga ketika ukuran proporsi DIF di atas 10% akurasi metode beda-p
terbakukan semakin berkurang, akibatnya akurasi metode Mantel-Haenszel lebih tinggi
daripada metode beda-p terbakukan. Disimpulkan bahwa metode Mantel-Haenszel
lebih baik dibandingkan metode beda-p terbakukan pada kondisi sampel yang stabil dan
panjang tes yaitu 40 butir, khususnya tes yang mengandung banyak DIF, bahkan sampai
75% kandungan DIF metode Mantel-Haenszel menunjukkan akurasi semakin baik.
Dengan demikian, peneliti menyarankan metode Mantel-Haenszel untuk digunakan
sebagai alat deteksi DIF pada pengembangan tes.
Kata Kunci: mantel-haenszel; beda-p terbakukan; perbedaan fungsi butir;
sensitivitas; akurasi.
Bibliografi : lembar 123-132


Ketersediaan
DD00002693D 2693UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2019.001)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
D 2693
Penerbit
Jakarta : Prodi Doktor Penelitian dan Evaluasi Pendidikan PPS UNJ., 2019
Deskripsi Fisik
xviii, 505 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Tes dan Ukuran Pendidikan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Ahmad Rustam
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik