Text
Analisis bahaya gempa bumi kabupaten dan kota Bekasi berbasis skenario
ABSTRAK
Secara seismotektonik, Kabupaten dan Kota Bekasi dipengaruhi oleh gempa bumi yang
berasal dari zona subduksi di selatan Jawa dan patahan aktif yang ada di sekitar wilayah
tersebut. Penelitian terbaru memaparkan adanya patahan aktif kemenerusan dari patahan
Baribis, yang melintang dari Purwakarta, Cibatu (Bekasi), Tangerang, dan Rangkasbitung
yang memiliki kemungkinan menimbulkan gempa bumi di masa depan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis bahaya gempa bumi di Kabupaten dan Kota Bekasi
menggunakan pendekatan skenario gempa bumi. Data historis dan parameter gempa bumi
di sekitar area penelitian diperoleh dari BMKG, USGS, ISC, dan katalog global CMT.
Geometri kemenerusan patahan Baribis merujuk pada penelitian Koulali et al. Event based
point source PSHA (Probabilistic Seismic Hazard Analysis) dan simple fault source PSHA
dipergunakan untuk memperkirakan bahaya gempa bumi di daerah penelitian. Peak
Ground Acceleration (PGA) di batuan dasar yang sesuai dengan probabilitas terlampaui
2% dalam 50 tahun dihitung. Hasil penelitian menunjukkan nilai PGA batuan dasar di
Kabupaten dan Kota Bekasi dari skenario gempa bumi historis zona subduksi intraslab
yang pernah terjadi antara 0,019 - 0,030 g (1977) dan 0,015 – 0,021 g (1985). Skenario
gempa bumi yang bersumber dari kemenerusan patahan Baribis menunjukkan nilai PGA
batuan dasar antara 0,097 – 0,470 g (1780) dan mendekati 0,2 hingga melebihi 1,0 g (1834).
Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan dalam perencanaan strategis untuk mitigasi
gempa bumi di Kabupaten dan Kota Bekasi.
Kata-kata kunci: bahaya gempa bumi, skenario gempa bumi, PGA, Bekasi.
Bibliografi : lembar 37-41
Tidak tersedia versi lain