Text
Hubungan antara perasaan bersalah ( berea vement guilt ) dan coping suami/istri yang kehilangan pasangan karena covid-19
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara perasaan bersalah dan coping suami/istri yang kehilangan pasangan karena covid-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang dianalisis dengan korelasi Pearson Product Moment. . Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah suami/istri yang kehilangan pasangan akibat terpapar Covid-19.Populasi yang sulit ditemukan membuat penulis menggunakan teknik non-probability sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai 0,0294 pada dimensi perasaan bersalah dengan maladapti copingf suami/istri yang kehilangan pasangan akibat covid-19. Hubungan tersebut bersifat positif artinya semakin tinggi perasaan bersalah pada individu maka semakin tinggi pula maladaptive coping yang dilakukan. Kata kunci: Perasaan Bersalah (Bereavement Guilt), Coping, Kehilangan Pasangan, Pandemi Covid-19. ---ABSTRACT--- This study aims to determine the relationship between bereavement guilt and coping with husband/wife who lost their partner due to Covid-19. The type of research is quantitative which is analyzed by Pearson Product Moment Correlation. The population and sample in this study is husbands/wife who lost their partners due to Covid-19. The autors use two instrument that is bereavement guilt scale and brief COPE. Based on the results of the research , it was found that there was a significant relationship with a value of 0.0294 on the dimensions between bereavement guilt and maladaptive coping with husband/wife who lost a partner due to Covid-19. The relationship is positive, that meaning the higher bereavement guilt in the individual, it’s also higher the maladaptive coping that is carried out.
| SS00032376 | SK 32376 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.09.2022.002) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain