Text
Pengaruh orientasi sudut printing terhadap kekuatan tarik hasil 3D printing dengan bahan Acrylonitrile Butadine Styrene (ABS) dan Polyatic Acid (PLA)
ABSTRAK
3D printing adalah salah satu proses manufaktur aditif untuk mewujudkan
produk atau objek padat dengan struktur dan geometri yang kompleks dari hasil
desain digital tiga dimensi dengan sistem komputerisasi dan dicetak lapis demi lapis
secara berurutan. Tujuan daripada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
orientasi sudut printing terhadap kekuatan tarik pada spesimen Acrylonitrile
Butadine Styrene (ABS) dan Polyatic Acid (PLA). Serta untuk mengetahui seberapa
besar kekuatan tarik maksimum dan minimum berdasarkan orientasi sudut yang
berbeda-beda.
Metode penelitian ini dirancang dengan pendekatan eksperimen atau uji coba
pada 18 sampel spesimen. Pencetakan spesimen ini mengacu pada standar ASTM
D638 dengan parameter layer thickness 0,1mm dan orientasi sudut objek 0°, 45°
dan 90°. Pengujian kuat tarik dilakukan dengan mesin uji Tensile.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi sudut objek memiliki
pengaruh terhadap kekuatan tarik spesimen ABS dan PLA. Semakin besar orientasi
sudut objek, maka semakin kecil kekuatan tarik yang dimiliki spesimen tersebut.
Kekuatan tarik tertinggi terdapat pada orientasi sudut 0° yang mencapai 24,99 MPa
untuk ABS dan 35,12 MPa untuk PLA. Sedangkan kekuatan tarik spesimen
terendah berada pada sudut orientasi 90° yang hanya sebesar 13,86 MPa untuk ABS
dan 16,57 MPa untuk PLA. Ini menunjukkan bahwa spesimen PLA memiliki
kekuatan tarik lebih baik dibanding spesimen ABS.
Kata Kunci : ABS dan PLA, Layer Thickness, Pencetakan 3D, Orientasi Sudut,
Uji Tarik.
Bibliografi : lembar 46-47
Tidak tersedia versi lain