Artikel ini menguraikan dinamika gerakan perempuan Muslim progresif di Indonesia, khususnya di Jawa, sepanjang periode 1990–2010. Fokus kajian diarahkan pada organisasi-organisasi seperti Fatayat NU, Rahima, Fahmina Institute, dan Divisi Perempuan LKiS yang berupaya memperjuangkan kesetaraan gender, hak-hak perempuan, serta demokrasi melalui pendekatan berbasis tradisi pesantren dan nilai-nil…
Artikel ini mengkaji kedudukan dan peranan ulama dalam tradisi Islam sebagai pewaris para nabi (waratsat al-anbiya) dan penjaga otoritas keilmuan serta moral umat. Ulama tidak hanya berfungsi sebagai pengajar ilmu agama, tetapi juga sebagai penafsir teks suci, pembimbing spiritual, dan pengawal nilai-nilai etika dalam kehidupan sosial. Sejarah Islam menunjukkan bahwa ulama berperan penting dala…
Artikel ini membahas tantangan pendidikan dalam membentuk generasi berkarakter di abad 21, khususnya generasi Z yang lahir pasca 1996 dan tumbuh sebagai digital native. Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi menuntut paradigma baru pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga pengembangan karakter, spiritualitas, dan keterampilan abad 21 seperti berpikir kri…
Tulisan ini menguraikan perjalanan pembangunan bangsa Indonesia dari masa kolonial, kemerdekaan, hingga era reformasi dengan menekankan pentingnya dimensi ruhani dalam kekuasaan. Nurcholish Madjid menegaskan bahwa kekuasaan bersifat nisbi dan harus dipandang sebagai amanat, bukan sarana pengagungan pribadi. Analisisnya mencakup peran tokoh awal seperti Tjokroaminoto dan Sukarno dalam meletakkan…
Artikel “Berkenalan dengan Agama-agama” karya Mahatma Gandhi dalam Titik Temu Vol. 7 No. 1 (2014) mengisahkan pengalaman pribadi Gandhi saat masa studinya di Inggris, ketika ia berinteraksi dengan para penganut Teosofi dan mulai mengenal kitab-kitab suci dari berbagai tradisi agama. Gandhi membaca Bhagawad Gita dalam bahasa Sanskerta bersama dua sahabat Teosofis, kemudian mendalami terjemah…
Penelitian ini menyoroti bagaimana organisasi-organisasi seperti Fatayat NU, Rahima, Fahmina Institute, dan Divisi Perempuan LKiS memperjuangkan kesetaraan gender, hak-hak perempuan, pluralisme, serta demokrasi melalui pendekatan berbasis tradisi pesantren dan nilai-nilai Islam progresif. Artikel ini juga menguraikan tantangan dari kelompok Muslim puritan seperti Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) …
Artikel ini membahas secara mendalam konsep amar makruf nahi mungkar dalam tradisi Islam dengan menekankan keterkaitannya dengan perintah dakwah khair. Nurcholish Madjid menyoroti bahwa perintah Qur’ani tidak hanya mencakup anjuran kebaikan dan pencegahan keburukan, tetapi diawali dengan seruan kepada al-khayr (kebaikan universal). Melalui kajian linguistik dan tafsir klasik, terutama pemikir…
Nurcholish Madjid mengatakan bahwa dalam kenyataannya setiap kelompok sosial dengan pandangan hidupnya masing-masing mempunyai kaum inteligensianya. Mereka ini berfungsi sebagai “pemberi penjelasan” tentang pandangan hidup yang menjadi anutan masyarakat. Karena itu di mana-mana kaum inteligensia mempunyai kewajiban sebagai sumber informasi bagi masyarakat tentang pandangan hidup tersebut, b…
Forest and land fire that repeatedly destroyed million hectares of peatland in Indonesia is a result of unsustainable peatland governance for many years. Rural women and men living in peatland have different experiences with forest and land fire. Intersectionality between gender and class, geographical location, and ethnicity further add nuances to these different experiences. This ar…
Rural women have the potential to mobilize herself and her community towards a sovereign and just rural community. However, rural women frequently face form of discrimination that impede them to achieve their maximum potential. In the midst of forest and land degradation, those gender-based discrimination also prevent women from participating in land and forest governance that is vital for the …