Text
Perempuan Dalam Swara Sestra Dan Fakta Perkawinan Endogami Aristrokat Jawa
pada umumnya,perempuan Jawa bercerita baik sehingga kerap dimunculkan sebagai bentuk ajaran dalam sastra. Akan tetapi dalam teks swara sestra justru dimetaforakan sebagai daun senthe,yaitu alegori perempuan muda yang dimuda dengan perempuan yang lebih tua. Persoalan ini menjadi rumit ketika keadaan tersebut terjadi di lingkungan aristokrat Jawa. Berbekal disiplin filologi dengan metode penyutingan teks dan penerjemahan, Fenomena perempuan dalam teks swara sestra akan diungkapkan. Telah teks secara semiotik melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik kemudian menjadi upaya dalam menafsirkan teks. Pada akhir pembahasaan,diketahui bahwa alegori perempuan sebagai senthe merujuk pada citra perempuan Jawa yang tidak baik.Di balik pemakanaan teks tersebut kemudian ditemukan pula bukti bahwa pengelegorian perempuan ini fakta sejarah tentang maraknya perkawinan endogami di lingkungan bangsawan.Bahkan perilaku tersebut merupakan hal yang subur,terutama di lingkungan dalam tembok istana.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain