Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Youth culture and Islam in Indonesia = Budaya pemuda dan Islam di Indonesia

Pam Nilan - Nama Orang; Michelle Mansfield - Nama Orang;

Budaya anak muda Indonesia terkadang digambarkan melalui wacana kepanikan moral tentang pergaulan campuran. Dalam artikel ini, penulis menantang pandangan tersebut dengan menyajikan beberapa materi etnografi tentang generasi muda Muslim Indonesia baik jenis kelamin yang bersosialisasi di warung internet dan berkumpul selama Ramadhan di sebuah mal di Solo, Jawa Tengah. Generasi muda Indonesia menerapkan budaya remaja sehari-hari melalui negosiasi ruang, waktu, dan teknologi dalam wacana kuat tentang kepatutan moral dan pemisahan gender yang disarankan oleh Islam kontemporer. Ikatan sosial yang kuat antara teman sebaya dengan jenis kelamin yang sama memberikan rasa aman dan tenteram bagi remaja putra dan putri dalam transisi menuju masa dewasa. Teknologi kini menjadi bagian integral dari ikatan ini.
KATA KUNCI
Budaya remaja, warung internet, mal, teknologi.

Indonesian youth culture is sometimes depicted through a moral panic discourse about mixed sex socializing. In this article, the authors challenge that view by presenting some ethnographic material on young Muslim Indonesians of both sexes socialising in an internet café and gathering during Ramadhan in a mall in Solo, Central Java. Young Indonesians enact everyday youth culture through the negotiation of space, time, and technology within the strong discourse of moral propriety and gender separation advised by contemporary Islam. The intense social bonding between same sex age peers provides security and reassurance for young men and women in the transition to adulthood. Technology is now integral to this bonding.
KEY WORDS
Youth culture, internet café, mall, technology.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RAK Bahasa WACANA VOL15(1-2)2014
Penerbit
Depok : Fakultas Imu Pengetahuan Budaya UI., 2014
Deskripsi Fisik
Hal. 127-137, Vol.15 No.1
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
14112272
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
WACANA Vol.15 (1) 2014
Subjek
REMAJA - ASPEK SOSIAL
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Pam Nilan dan Michelle Mansfield
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?