Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Youth culture and urban pride the sociolinguistics of East Javanese slang = Budaya pemuda dan kebanggaan perkotaan Sosiolinguistik bahasa gaul Jawa Timur

Tom G. Hoogervorst - Nama Orang;

Penelitian ini menawarkan gambaran tentang karakteristik dan fungsi sosial bahasa gaul anak muda di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Mengkaji Boso Walikan dan berbagai jenis bahasa gaul Surabaya. Boso Walikan muncul di Malang sebagai bahasa rahasia yang sengaja dibuat agar tidak dapat dipahami orang luar. Selama beberapa dekade, sebagian besar penduduk perkotaan Malang mengembangkan kemahiran bahasa tersebut dan menggunakannya sebagai penanda identitas. Situasi di sekitar Surabaya berbeda. Meskipun tidak ada bahasa gaul lokal yang seragam seperti di Malang, beberapa komunitas berupaya untuk membedakan diri mereka melalui kebiasaan linguistik tertentu, yang diperkenalkan secara singkat. Studi kasus ini tidak hanya memberi tahu kita bagaimana generasi muda membentuk tuturan mereka, namun juga menggambarkan bagaimana dialek Jawa Timur berhubungan dengan keragaman linguistik, peminjaman leksikal, dan inovasi.
KATA KUNCI
Bahasa Gaul, Bahasa Remaja, Boso Walikan, Jawa Timur, Malang, Surabaya.

This study offers an overview of the characteristics and social functions of youth slang in the Indonesian province of East Java. It examines Boso Walikan and various types of Surabayan slang. Boso Walikan emerged in Malang as a secret language that was deliberately made unintelligible to outsiders. Over the decades, large parts of Malang's urban population developed proficiency in the language and appropriated it as an identity marker. The situation in nearby Surabaya is different. While lacking a uniform local slang comparable to that of Malang, several communities make an effort to differentiate themselves through specific linguistic habits, which are briefly introduced. These case studies tell us not only how young people shape their speech, they illustrate how the East Javanese dialect deals with linguistic variety, lexical borrowing and innovation.
KEYWORDS
Slang, youth language, Boso Walikan, East Java, Malang, Surabaya.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RAK Bahasa WACANA VOL15(1-2)2014
Penerbit
Depok : Fakultas Imu Pengetahuan Budaya UI., 2014
Deskripsi Fisik
Hal. 104-131, Vol.15No.1
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
14112272
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
WACANA Vol.15 (1) 2014
Subjek
REMAJA - ASPEK SOSIAL
SOSIOLOGI KOTA
Jawa Timur
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Tom G. Hoogervorst
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?