Text
Nurturing Salafi manhaj : A study of Salafi pesantren in contemporary Indonesia = Pembinaan Manhaj Salafi : Kajian Pesantren Salafi di Indonesia Kontemporer
Kajian ini tentang peran pesantren Salafi dalam dakwah Salafi (menyampaikan atau mengajak ke jalan Islam) di Indonesia. Pesantren Salafi merupakan pesantren yang mengajarkan ajaran Salafisme yang sebagian besar bersumber dari karya Muhammad ibn 'Abd al-Wahhab, pendiri Wahhabisme di Arab Saudi. Pesantren Salafi mulai bermunculan pada akhir tahun 1980-an dan didirikan oleh lulusan universitas Arab Saudi dan Yaman, serta didukung oleh alumni Lembaga Pengkajian Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) di Jakarta. Meskipun jumlah pasti pesantren Salafi tidak diketahui, diperkirakan jumlahnya mencapai 50 pesantren. Pesantren Salafi tidak hanya mengajarkan santrinya tentang Salafisme, namun juga membiasakan mereka mengamalkan manhaj (jalan) Salafi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berfokus pada tiga pesantren: al-Nur al-Atsari di Ciamis, Assunah di Cirebon (keduanya di Jawa Barat), dan al-Furqan di Gresik, Jawa Timur. Saya menganalisis berbagai aspek lembaga pendidikan ini: perkembangan sejarahnya, tanggapan masyarakat, program pendidikan, kurikulum, metode pengajaran, kehidupan dan aktivitas siswa, jaringan dan penggalangan dana.
KATA KUNCI
Salafi, manhaj, pesantren, madrasah, ustadz, sunnah, dakwah.
This study is about the role of Salafi pesantren (Islamic boarding school) in Salafi da'wa (conveying or inviting to the way of Islam) in Indonesia. A Salafi pesantren is a pesantren that teaches Salafism which mostly derives from the works of Muhammad ibn 'Abd al-Wahhab, the founder of Wahhabism in Saudi Arabia. Salafi pesantren started to emerge in the late 1980s and were established by graduates from Saudi Arabia and Yemen universities, and supported by alumni of the Institute for the Study of Islam and Arabic (LIPIA) in Jakarta. While the precise number of Salafi pesantren is unavailable, it is estimated that the number reaches 50 pesantren. Salafi pesantren not only teach their students about Salafism, but also accustom them to practice the Salafi manhaj (path) in their daily life. The study focuses on three pesantren: al-Nur al-Atsari in Ciamis, Assunah in Cirebon (both in West Java), and al-Furqan in Gresik, East Java. I analyse various aspects of these educational institutions: their historical development, community responses, educational programs, curriculum, methods of instruction, students' lives and activities, networks and fundraising.
KEYWORDS
Salafi, manhaj, pesantren, madrasah, ustadh, sunna, da'wa.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain