Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Binongko people's life in Coral Island = Kehidupan masyarakat Binongko di Pulau Karang

Abd. Rahman Hamid - Nama Orang;

Artikel ini mengulas kehidupan masyarakat Binongko. Kata “Binongko” terkenal sebagai identitas pendatang Buton asal Sulawesi Tenggara di Maluku. Padahal, itu adalah nama sebuah pulau batu yang ada di kabupaten Wakatobi. Hanya sedikit orang yang mengetahui fakta ini. Masyarakat Binongko membangun dunianya melalui mitos La Patua Sakti dan Putri Bidadari. Karena lingkungan tidak mendukung kegiatan pertanian, sebagian besar kebutuhan masyarakat dipenuhi melalui laut melalui pelayaran. Kegiatan ini sama tuanya dengan sejarah mereka di pulau ini. Masyarakat juga mengembangkan keterampilannya sebagai pandai besi, yang mendukung tradisi berlayar. Profesi ini merupakan identitas lama Wakatobi. Pulau ini melahirkan: para pendatang awal dari Buton di Maluku, para pelaut terampil, dan para ulama, yang merupakan kaum pekerja keras. Penelitian ini menemukan hubungan antara lingkungan, sejarah, dan budaya masyarakat Binongko di daerah Wakatobi.
KATA KUNCI
Binongko; identitas migran; tradisi berlayar.

This article looks at the life of Binongko people. The word "Binongko" is well known as a Buton migrant's identity from Southeast Sulawesi in Maluku. In fact, it is a name of a rock island in Wakatobi district. Few people know about this fact. Binongko people built their world through the myth of La Patua Sakti and Putri Bidadari. Since the environment did not support farming activities, most of the people's needs were supplied by the sea through sailing. This activity was as old as their history in this island. The people also developed their skills as blacksmiths, which supported sailing tradition. This profession was an old identity of Wakatobi. This island brought about: early migrants of Buton in Maluku, skilful sailors, and ulamas, who were hard-working people. This study finds the relationships between the environment, history, and culture of Binongko people in Wakatobi area.
KEYWORDS
Binongko; migrant's identity; sailing tradition.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RAK Bahasa WACANA VOL17(1-3)2017
Penerbit
Depok : Fakultas Imu Pengetahuan Budaya UI., 2016
Deskripsi Fisik
Hal. 19-37, Vol.17 No.1
Bahasa
English
ISBN/ISSN
14112272
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
WACANA Vol.17 (1) 2016
Subjek
Masyarakat Tradisional
Sulawesi Tenggara
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Abd. Rahman Hamid
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?