Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Why do they (still) sing stories? Singing narratives in Tanjung Bunga (eastern Flores, Lamaholot, Indonesia) = Mengapa mereka (masih) menyanyikan cerita? Narasi nyanyian di Tanjung Bunga (Flores timur, Lamaholot, Indonesia)

Dana Rappoport - Nama Orang;

Di Flores bagian timur, di semenanjung Tanjung Bunga (di antara penutur Lamaholot Barat), beberapa kali dalam setahun, narasi ritual (opak) dipentaskan di area menari persegi, tempat semua marga dari tanah upacara yang sama bertemu. Tiga jenis narasi dinyanyikan, menurut tiga jenis ritual. Artikel tersebut menjelaskan konteks, isi, dan detail pertunjukan dari cerita-cerita ini, yang dibawakan sepanjang malam. Mengapa berbagai klan terus menyanyikan semua narasi ini? Apa nilai puisi panjang ini bagi orang yang menyanyikannya? Sampai saat ini, penelitian mengenai hal ini masih sangat sedikit, dan bahkan tidak ada transkripsi atau terjemahan parsial dari narasi-narasi tersebut yang tersedia. Artikel ini memberikan gambaran awal mengenai narasi-narasi yang dinyanyikan tersebut, untuk menunjukkan betapa pentingnya narasi-narasi tersebut di Flores bagian timur.
KATA KUNCI
Cerita; nyanyian; upacara; Indonesia bagian timur; Lamaholot; Tanjung Bunga.

In eastern Flores, on the Tanjung Bunga peninsula (among Western Lamaholot speakers), several times a year, ritual narratives (opak) are performed on a square dancing area, where all the clans of the same ceremonial land meet. Three types of narrative are sung, according to three kinds of rituals. The article explains the context, content and performance details of these stories, performed all night long. Why do the various clans continue to sing all these narrative? What values do these long poems have for people who sing them? Until now, studies on this subject have been remarkably few, and not even a partial transcription or translation of these narratives is available. This article offers a preliminary insight into these sung narratives, to show how vital they still are in eastern Flores.
KEYWORDS
Narrative; singing; ritual; eastern Indonesia; Lamaholot; Tanjung Bunga.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RAK Bahasa WACANA VOL17(1-3)2016
Penerbit
Depok : Fakultas Imu Pengetahuan Budaya UI., 2016
Deskripsi Fisik
Hal. 163-190, Vol.17 No.2
Bahasa
English
ISBN/ISSN
14112272
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
WACANA Vol.17 (2) 2016
Subjek
Adat Istiadat-Daerah
Bernyanyi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Dana Rappoport
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?