Text
Ikhtilaf al-hadis dan implikasinya terhadap ikhtilaf al-ummah (analisis atas pandangan al-syafi'i)
Abstrak
Ikhtilaf al-hadits terdapat dalam hadis, baik secara tekstual redaksional maupun kontekstual. Ikhtilaf ini terdiri dari dua pengertian, yaitu ta’arudl al-hadits yaitu dua hadis (atau lebih) yang jelas-jelas tampak bertentangan dalam pernyataannya, dan tanawwu' al-hadits adalah perbedaan redaksional hadis yang tidak mengarah pada satu pun. kontradiksi, namun hal ini menunjukkan lebih banyak ke arah variasi hadis. Ikhtilaf al-hadits turut andil dalam memecah belah masyarakat, khususnya dalam bidang fiqh. Ada dua pendirian dalam menyikapi Ikhtilaf al-hadits. Pertama, menerimanya secara hikmah sebagai sunah kauniyah, sehingga ikhtilaf dapat mendatangkan rahmah. Kedua, menempatkannya pada posisi yang berlawanan, sehingga mengedepankan iftiraq (pemisahan) dan niqmah (bencana).
Kata Kunci : Ikhtilaf al-hadits, iftiraq, al-Syafi'i, tanawwu' al-hadis
Abstract
Ikhtilaf al-hadith is occured in the hadith, either in redactional textual or in contextual. This Ikhtilaf is consist of two senses, namely ta'arudl al-hadits is two ahadith (or more ones) which obviously seemed contradicting in its statement, and tanawwu' al-hadith is a difference in redactional of hadith that is not directing toward any contradictions, however it indicates much more toward variation of hadith. Ikhtilaf al-hadith contributes into dividing the society, particularly in fiqh. There are two stances in treating Ikhtilaf al- hadith. Firtsly, to accept it wisely as sunnah kauniyah, thus the ikhtilaf could bring a rahmah. Secondly, to make it in a opposite position, so it brings into afore iftiraq (division) and niqmah (calamity).
Keywords: Ikhtilaf al-hadith, iftiraq, al-Syafi'i, tanawwu' al- hadith
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain