Text
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP 287 Jakarta
The objective of this research was to understand comprehensive the educational history at Junior High School 287 Jakarta. It was qualitative research with an at Junior High School 287 Jakarta. The data were collected through participant observation using interview, observation, document study, and recording. The data analysis and interpretation indicates that: (1) Principal as the superordinate decides policy that the implementation of historical/ social learning that prevails in Junior High School of SMPN 287 is commensurate with KTSP (or educational unit level curriculum) having been stipulated by National Department, does not use KTSP made by the school party (2) Planning made by teacher in implementation of historical learning is to make RPP (Lesson Plan), to plan material and media needed. However, RPP made sometime consists of copy from one already finished, (3) Learning implementation done is still dominated by lecture method, even though social science learning media is map, globe demonstration tools, map of archipelago even multimedia are available. Teacher still does not utilize media or demonstration media at hand. This takes impact on student's learning interest on historical subject. Student lacks enthusiasm in getting involved in historical learning, (4) Activity of social science learning in SMPN 287 Jakarta is made by conducting the evaluation. Evaluation is made from two to three times evaluation per semester.
Keywords: Social Science at SMPN 278 Jakarta
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara komprehensif pendidikan sejarah di SMPN 287 Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian di SMPN 287 Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan dengan menggunakan wawancara, observasi, studi dokumen, dan pencatatan. Analisis dan interpretasi data menunjukkan bahwa: (1) Kepala sekolah sebagai atasan menetapkan kebijakan bahwa pelaksanaan pembelajaran sejarah/sosial yang berlaku di SMPN 287 sesuai dengan KTSP yang telah ditetapkan oleh Departemen Nasional, tidak menggunakan KTSP yang dibuat oleh pihak sekolah (2) Perencanaan yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran sejarah adalah membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), merencanakan materi dan media yang dibutuhkan. Namun RPP yang dibuat terkadang merupakan salinan dari RPP yang telah dibuat, (3) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan masih didominasi dengan metode ceramah, padahal media pembelajaran IPS berupa peta, alat peraga globe, peta kepulauan bahkan multi media telah tersedia. Guru masih belum memanfaatkan media atau media peraga yang ada. Hal ini berdampak pada minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah. Kurangnya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran sejarah, (4) Kegiatan pembelajaran IPS di SMPN 287 Jakarta dilakukan dengan melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan sebanyak dua sampai tiga kali dalam satu semester.
Kata Kunci: IPS di SMPN 278 Jakarta
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain