Electronic Resource
Impacts of large-scale hydroelectric dam development on ground-dwelling birds revealed by long-term camera trapping
The increasing demand for large-scale hydroelectric dam development in tropical developing countries has led to significant land-use changes that impact biodiversity, particularly in megadiverse countries, such as Malaysia. Although many recent infrastructure projects incorporate sustainable concepts for wildlife monitoring and management, studies on the impacts of habitat fragmentation on ground-dwelling birds during the development phase remain scarce. This study aimed to assess the response of forest bird communities, particularly the ground-dwelling birds, across different phases of hydroelectric dam development using infrared camera traps. We collected data from 14 sampling sites in Nenggiri hydroelectric dam catchment area for 25 months across three developmental phases: pre-logging, logging, and construction.
Meningkatnya permintaan pembangunan bendungan hidroelektrik skala besar di negara-negara berkembang tropis telah menyebabkan perubahan tata guna lahan yang signifikan dan berdampak pada keanekaragaman hayati, terutama di negara-negara megadiverse, seperti Malaysia. Meskipun banyak proyek infrastruktur baru-baru ini menggabungkan konsep berkelanjutan untuk pemantauan dan pengelolaan satwa liar, studi tentang dampak fragmentasi habitat terhadap burung darat selama fase pembangunan masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengkaji respons komunitas burung hutan, khususnya burung darat, di berbagai fase pembangunan bendungan hidroelektrik menggunakan kamera jebak inframerah. Kami mengumpulkan data dari 14 lokasi pengambilan sampel di daerah tangkapan air bendungan hidroelektrik Nenggiri selama 25 bulan yang mencakup tiga fase pembangunan: pra-penebangan, penebangan, dan konstruksi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain