Electronic Resource
Cultura Franca: Investigating cultural gradations of Indonesian as a foreign language textbook
The concept of culture is intricate, and there is ongoing debate regarding which cultural categories should be emphasised in language instruction. This research examines the cultura franca, inspired by the notion of lingua franca, as a cultural expression that encapsulates the collective identity of a community and deserves inclusion in the textbook of Indonesian as a foreign language. The study analyses explicitly the Sahabatku Indonesia Level 1 textbook, an official resource published by the Ministry of Education and Culture of Indonesia. The study employs a qualitative content analysis method that involves identifying, analysing, and categorising cultural representations within the textbook. The cultural elements within this textbook are categorised into three classifications: local, national, and global culture. The findings reveal a discrepancy in the representation of cultural elements among local, national, and global categories. Furthermore, there is a discernible tourism bias in the textbooks, which restricts the cultural landscape to what is perceived as normative and valuable. This study provides practical recommendations for integrating Cultura Franca into foreign language textbooks.
Konsep budaya itu rumit, dan masih terdapat perdebatan mengenai kategori budaya mana yang harus ditekankan dalam pengajaran bahasa. Penelitian ini mengkaji cultura franca, yang terinspirasi oleh gagasan lingua franca, sebagai ekspresi budaya yang merangkum identitas kolektif suatu komunitas dan layak dimasukkan dalam buku teks bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Penelitian ini menganalisis secara eksplisit buku teks Sahabatku Indonesia Level 1, sebuah sumber resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif yang melibatkan identifikasi, analisis, dan pengkategorian representasi budaya dalam buku teks tersebut. Unsur-unsur budaya dalam buku teks ini dikategorikan ke dalam tiga klasifikasi: budaya lokal, nasional, dan global. Temuan penelitian ini mengungkapkan adanya perbedaan representasi unsur-unsur budaya di antara kategori lokal, nasional, dan global. Lebih lanjut, terdapat bias pariwisata yang terlihat jelas dalam buku teks tersebut, yang membatasi lanskap budaya pada apa yang dianggap normatif dan bernilai. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk mengintegrasikan Cultura Franca ke dalam buku teks bahasa asing.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain