Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Fostering scientific creativity in science education through scientific problem-solving approaches and STEM contexts: a meta-analysis
Penanda Bagikan

Electronic Resource

Fostering scientific creativity in science education through scientific problem-solving approaches and STEM contexts: a meta-analysis

Pinar, Fredyrose Ivan Libosada - Nama Orang; Panergayo, Albert Andry E. - Nama Orang; Sagcal, Richard R. - Nama Orang; Acut, Dharel P. - Nama Orang; Roleda, Lydia S. - Nama Orang; Prudente, Maricar S. - Nama Orang;

Scientific creativity is a critical component of science education, promoting innovative thinking and the ability to address complex, real-world challenges. Despite its importance, quantitative syntheses specifically examining the effects of scientific problem-solving approaches on fostering scientific creativity are scarce. This meta-analysis addresses this gap by evaluating the impact of inquiry-based learning, problem-based learning, project-based learning, and STEM contexts on students’ scientific creativity. Using the PRISMA protocol, 19 studies were analyzed, revealing that PjBL and PBL produced the most substantial effects, with large effect sizes (g = 2.10 and g = 1.49, respectively), while STEM contexts and IBL demonstrated moderate positive impacts. These findings are interpreted within the scientific method, emphasizing critical stages such as problem definition, hypothesis formulation, experimentation, data analysis, and evaluation. The results suggest that these approaches effectively nurture scientific creativity by engaging students in interdisciplinary, real-world problem contexts that demand innovative solutions. However, the limited number of studies and potential publication bias present challenges to broader generalization. Future research should expand the evidence base and explore the integration of these approaches across diverse educational settings. This study contributes to the growing body of evidence supporting the role of scientific problem-solving approaches in cultivating scientific creativity, offering valuable insights for educators and curriculum developers.

Kreativitas ilmiah merupakan komponen penting dalam pendidikan sains, yang mendorong pemikiran inovatif dan kemampuan untuk mengatasi tantangan dunia nyata yang kompleks. Meskipun penting, sintesis kuantitatif yang secara khusus mengkaji dampak pendekatan pemecahan masalah ilmiah dalam mendorong kreativitas ilmiah masih langka. Meta-analisis ini mengatasi kesenjangan ini dengan mengevaluasi dampak pembelajaran berbasis inkuiri, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, dan konteks STEM terhadap kreativitas ilmiah siswa. Menggunakan protokol PRISMA, 19 studi dianalisis, mengungkapkan bahwa PjBL dan PBL menghasilkan dampak paling substansial, dengan ukuran efek yang besar (g = 2,10 dan g = 1,49, berturut-turut), sementara konteks STEM dan IBL menunjukkan dampak positif yang moderat. Temuan ini diinterpretasikan dalam metode ilmiah, dengan menekankan tahapan-tahapan kritis seperti definisi masalah, perumusan hipotesis, eksperimen, analisis data, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan-pendekatan ini secara efektif memupuk kreativitas ilmiah dengan melibatkan siswa dalam konteks masalah dunia nyata interdisipliner yang menuntut solusi inovatif. Namun, terbatasnya jumlah studi dan potensi bias publikasi menghadirkan tantangan bagi generalisasi yang lebih luas. Penelitian di masa mendatang perlu memperluas basis bukti dan mengeksplorasi integrasi pendekatan-pendekatan ini di berbagai lingkungan pendidikan. Studi ini berkontribusi pada semakin banyaknya bukti yang mendukung peran pendekatan pemecahan masalah ilmiah dalam menumbuhkan kreativitas ilmiah, serta menawarkan wawasan berharga bagi para pendidik dan pengembang kurikulum.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Disciplinary and Interdisciplinary Science Education Research
No. Panggil
-
Penerbit
: Springer Nature., 2025
Deskripsi Fisik
Hal. 1 - 17
Bahasa
English
ISBN/ISSN
26622300
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
computer
Tipe Pembawa
online resource
Edisi
7, Article number: 18
Subjek
Scientific creativity
Scientific method
Scientific problem-solving
Meta-analysis
Science education
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Fredyrose Ivan Libosada Pinar, Albert Andry E. Panergayo, Richard R. Sagcal, Dharel P. Acut, Lydia S. Roleda and Maricar S. Prudente
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Fostering scientific creativity in science education through scientific problem-solving approaches and STEM contexts: a meta-analysis
    https://doi.org/10.1186/s43031-025-00137-9
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?