Electronic Resource
Cultivating critical reflection through socioscientific perspectives
Societies around the world face planetary-scale risks, such as climate change, and are in need of contextualized science education in finding solutions to complex problems. Making scientific content accessible across diverse social and cultural groups necessitates a learning structure that is capable of cultivating accessible and inclusive learning. Our research sought to address such educational challenges by developing a pedagogical practice that integrates critical reflection, socioscientific perspective taking, and the Four Quadrants model from Integral Theory. Our innovative teaching and learning model situates science within a moral context through engagement and shifts in perspective by examining both subjective and objective qualities of socioscientific issues. This research developed a curriculum we call socioscientific perspectives (SSP), which we studied by analyzing qualitative data collected from surveys, class discussions, reflective writing assignments, and member checking. Our population involved undergraduate students enrolled in a 16-week college course on climate change. A constant comparison analysis evaluated students’ progression in perspective regarding the impacts of climate change. The findings of this study support that the implementation of SSP as a curricular focus can convey scientific information in critical ways that acknowledge the subjective, intersubjective, objective, and interobjective nature of real-world phenomena. Educators seeking transdisciplinary approaches to teaching critical scientific content would benefit from this study’s ability to package complex subjects like climate change into beneficial teaching and learning practices.
Masyarakat di seluruh dunia menghadapi risiko berskala planet, seperti perubahan iklim, dan membutuhkan pendidikan sains yang terkontekstualisasi dalam menemukan solusi atas permasalahan yang kompleks. Membuat konten ilmiah dapat diakses oleh beragam kelompok sosial dan budaya membutuhkan struktur pembelajaran yang mampu menumbuhkan pembelajaran yang aksesibel dan inklusif. Penelitian kami berupaya mengatasi tantangan pendidikan tersebut dengan mengembangkan praktik pedagogis yang mengintegrasikan refleksi kritis, pengambilan perspektif sosiosaintifik, dan model Empat Kuadran dari Teori Integral. Model pengajaran dan pembelajaran inovatif kami menempatkan sains dalam konteks moral melalui keterlibatan dan pergeseran perspektif dengan mengkaji kualitas subjektif dan objektif dari isu-isu sosiosaintifik. Penelitian ini mengembangkan kurikulum yang kami sebut perspektif sosiosaintifik (SSP), yang kami pelajari dengan menganalisis data kualitatif yang dikumpulkan dari survei, diskusi kelas, tugas menulis reflektif, dan pengecekan anggota. Populasi kami melibatkan mahasiswa S1 yang terdaftar dalam perkuliahan 16 minggu tentang perubahan iklim. Analisis perbandingan konstan mengevaluasi perkembangan perspektif mahasiswa terkait dampak perubahan iklim. Temuan studi ini mendukung bahwa penerapan SSP sebagai fokus kurikulum dapat menyampaikan informasi ilmiah secara kritis dengan mengakui sifat subjektif, intersubjektif, objektif, dan interobjektif dari fenomena dunia nyata. Para pendidik yang mencari pendekatan transdisipliner untuk mengajarkan konten ilmiah kritis akan mendapatkan manfaat dari kemampuan studi ini untuk mengemas mata pelajaran kompleks seperti perubahan iklim ke dalam praktik pengajaran dan pembelajaran yang bermanfaat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain