Electronic Resource
Facilitators and barriers to the implementation of learning through play for preschoolers in Kenya
Access to equitable, quality, and inclusive early childhood education (ECE) has positive effects on school readiness, transition, and overall development and learning in all children. This paper seeks to explore barriers and facilitators to the implementation of learning through play (LtP) for preschoolers in Kenya with a view to enhance collaboration between parents and teachers.
The current paper uses data from a broader study implemented in three counties in Kenya. This paper employs a qualitative approach. The study participants included parents (n = 119), teachers (n = 92), and policy makers (n = 06). The data were thematically triangulated and analyzed. Most parents recognized support from the school, the availability of play materials, and collaborations as critical facilitators to the implementation of LtP. Most teachers and policy makers noted that training and material development were key facilitators of implementing LtP. Potential barriers to the implementation of LtP included limited knowledge and skills in teachers to handle children with disabilities, limited awareness among parents, and lack of adapted play-based learning materials for children with disabilities. We emphasize that effective implementation of play-based learning may promote children’s learning and development outcomes. The success of this implementation calls for sustained collaboration between teachers and parents. The milestone inches beyond increasing learning outcomes to build a strong foundation for physical, mental, and socioemotional development in children. Further research may be conducted to explore the role of play-based learning in reducing social exclusions among children and caregivers with disabilities.
Akses terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD) yang setara, berkualitas, dan inklusif memiliki dampak positif terhadap kesiapan sekolah, transisi, serta perkembangan dan pembelajaran secara keseluruhan pada semua anak. Makalah ini berupaya mengeksplorasi hambatan dan faktor pendukung implementasi pembelajaran melalui bermain (PPL) untuk anak prasekolah di Kenya dengan tujuan meningkatkan kolaborasi antara orang tua dan guru.
Makalah ini menggunakan data dari studi yang lebih luas yang dilaksanakan di tiga kabupaten di Kenya. Makalah ini menggunakan pendekatan kualitatif. Partisipan studi meliputi orang tua (n=119), guru (n=92), dan pembuat kebijakan (n=06). Data tersebut ditriangulasi dan dianalisis secara tematis. Sebagian besar orang tua mengakui dukungan dari sekolah, ketersediaan materi bermain, dan kolaborasi sebagai fasilitator penting dalam implementasi PPL. Sebagian besar guru dan pembuat kebijakan mencatat bahwa pelatihan dan pengembangan materi merupakan fasilitator utama dalam implementasi PPL. Potensi hambatan dalam implementasi LtP meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menangani anak penyandang disabilitas, keterbatasan kesadaran orang tua, dan kurangnya materi pembelajaran berbasis bermain yang diadaptasi untuk anak penyandang disabilitas. Kami menekankan bahwa implementasi pembelajaran berbasis bermain yang efektif dapat meningkatkan hasil belajar dan perkembangan anak. Keberhasilan implementasi ini membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara guru dan orang tua. Tonggak pencapaian ini lebih dari sekadar meningkatkan hasil belajar untuk membangun fondasi yang kuat bagi perkembangan fisik, mental, dan sosioemosional anak. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran pembelajaran berbasis bermain dalam mengurangi eksklusi sosial di antara anak-anak dan pengasuh penyandang disabilitas.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain