Electronic Resource
Students’ experience and learning outcomes in multisensory environments: the moderating role of interaction modalities
Smart learning environments (SLEs) utilize technological advancements to facilitate effective, engaging, and personalized learning experiences. They depend on sensors and advanced connectivity to gather information and make informed decisions. Multisensory Environments (MSEs) naturally align with and enhance the capabilities of SLEs offering new opportunities to enhance learning effectively, and engage children with stimulating educational experiences leveraging different interaction modalities. Investigating how children interact with these new systems is important to design educational technologies. However, limited research has been conducted to evaluate the role of interaction modalities in moderating the relationship between students’ experience and their learning outcomes in a MSE. We, therefore, tracked 175 students’ (aged 6-10) correctness rate to questions and their states through motion, heart rate, and electrodermal activity, obtaining their levels of fatigue, stress, engagement, emotional regulation, and anxiety. We then analysed the moderating role of five different interaction modalities ("card", "feet", "hands", "voice", "wand") on the relationship between correctness rate and states. The results of this in-situ study show that the relationship between student states and their performance is moderated by the interaction modalities, offering important design and theoretical implications on the role of the interaction modalities in the learning experience of students with an MSE. The contributions of this research benefit all stakeholders involved, including students who receive appropriate learning experiences, and practitioners who can make informed decisions on what interaction modalities to use to support the learning experience.
Lingkungan belajar pintar (SLE) memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memfasilitasi pengalaman belajar yang efektif, menarik, dan personal. SLE bergantung pada sensor dan konektivitas canggih untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan yang tepat. Lingkungan Multisensori (MSE) secara alami selaras dengan dan meningkatkan kapabilitas SLE, menawarkan peluang baru untuk meningkatkan pembelajaran secara efektif, dan melibatkan anak-anak dengan pengalaman pendidikan yang merangsang dengan memanfaatkan berbagai modalitas interaksi. Menyelidiki bagaimana anak-anak berinteraksi dengan sistem baru ini penting untuk merancang teknologi pendidikan. Namun, penelitian terbatas telah dilakukan untuk mengevaluasi peran modalitas interaksi dalam memoderasi hubungan antara pengalaman siswa dan hasil belajar mereka dalam MSE. Oleh karena itu, kami melacak tingkat ketepatan 175 siswa (usia 6-10) terhadap pertanyaan dan kondisi mereka melalui gerakan, detak jantung, dan aktivitas elektrodermal, untuk mendapatkan tingkat kelelahan, stres, keterlibatan, regulasi emosi, dan kecemasan mereka. Kami kemudian menganalisis peran moderasi dari lima modalitas interaksi yang berbeda ("kartu", "kaki", "tangan", "suara", "tongkat sihir") terhadap hubungan antara tingkat ketepatan dan kondisi. Hasil studi in-situ ini menunjukkan bahwa hubungan antara kondisi siswa dan kinerja mereka dimoderasi oleh modalitas interaksi, yang menawarkan implikasi desain dan teoretis penting terkait peran modalitas interaksi dalam pengalaman belajar siswa dengan MSE. Kontribusi penelitian ini bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat, termasuk siswa yang menerima pengalaman belajar yang tepat, dan praktisi yang dapat membuat keputusan yang tepat tentang modalitas interaksi yang akan digunakan untuk mendukung pengalaman belajar.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain