Electronic Resource
Branding process of cultural heritage in the context of rural revitalization in China: a case study of Qingtian County
Constructing geographical brands is an effective way to realize the creative transformation of cultural resources and promote the empowerment of rural revitalization via cultural industries. The process and mechanism by which cultural resources empower geographical brands have not yet been systematically studied. Based on Bourdieu’s capital theory, this paper examines how Qingtian County (Zhejiang Province) transformed its diverse cultural resources into various forms of capital through the branding process. The findings demonstrate that successful geographical brand development requires selecting the region’s typical cultural resources, including agricultural heritage, intangible cultural heritage, and foreign culture, and then transforming them into symbolic and cultural capital. The branding process reflects the combination of the functions of service-oriented government and the vitality and agency of the society. Cultural elements brought over by overseas Chinese are integrated with local culture, lending the brands a unique transnational flavor. This network of overseas Chinese has become a source of essential social capital and a distribution channel for importing foreign commodities and exporting Chinese agricultural products.
Membangun merek geografis merupakan cara efektif untuk mewujudkan transformasi kreatif sumber daya budaya dan mendorong pemberdayaan revitalisasi pedesaan melalui industri budaya. Proses dan mekanisme pemberdayaan merek geografis oleh sumber daya budaya belum dikaji secara sistematis. Berdasarkan teori kapital Bourdieu, makalah ini mengkaji bagaimana Kabupaten Qingtian (Provinsi Zhejiang) mentransformasikan beragam sumber daya budayanya menjadi berbagai bentuk kapital melalui proses pencitraan merek. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan merek geografis yang sukses membutuhkan pemilihan sumber daya budaya khas suatu wilayah, termasuk warisan pertanian, warisan budaya takbenda, dan budaya asing, kemudian mengubahnya menjadi kapital simbolis dan budaya. Proses pencitraan merek mencerminkan kombinasi fungsi pemerintah yang berorientasi pada pelayanan dan vitalitas serta agensi masyarakat. Unsur-unsur budaya yang dibawa oleh warga Tionghoa perantauan terintegrasi dengan budaya lokal, memberikan citra transnasional yang unik pada merek tersebut. Jaringan warga Tionghoa perantauan ini telah menjadi sumber modal sosial yang esensial dan saluran distribusi untuk mengimpor komoditas asing dan mengekspor produk pertanian Tiongkok.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain