Electronic Resource
Unpacking the impacts of digitalization of knowledge transfer in agri-food sector, through sociotechnical systems theory: a systematic literature review
The emergence of digital technology has caused fundamental changes in the agriculture and food sectors, making digital platforms essential for facilitating knowledge sharing among stakeholders. This study reviews the role of digitalization in "knowledge exchange" within agri-food systems through a systematic literature review following the PRISMA guidelines. Using Rayyan, QDA Miner, and WordStat to process 81 articles selected from Scopus, Web of Science, and ScienceDirect, we identify emerging trends and gaps in agricultural knowledge sharing over the past few decades. Using sociotechnical systems theory, we constructed a conceptual model illustrating the relationship between a technical subsystem consisting of digital tools and a social subsystem comprising six identified stakeholder groups from government, industry, and academia. Our analysis indicates that digital technologies improve the efficiency, scale, and variety of knowledge transfers. Meanwhile, stakeholder participation facilitates the movement toward integrated technological and social subsystems. This perspective offers effective solutions for policymakers seeking to develop comprehensive digitalization strategies that integrate socioeconomic frameworks and innovation for sustainable development. Further research is recommended to explore the implications of digital knowledge frameworks on sustainability and resilience in the agri-food sector.
Kemunculan teknologi digital telah menyebabkan perubahan mendasar di sektor pertanian dan pangan, menjadikan platform digital penting untuk memfasilitasi berbagi pengetahuan antar pemangku kepentingan. Studi ini mengkaji peran digitalisasi dalam "pertukaran pengetahuan" dalam sistem agri-pangan melalui tinjauan pustaka sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA. Dengan menggunakan Rayyan, QDA Miner, dan WordStat untuk memproses 81 artikel yang dipilih dari Scopus, Web of Science, dan ScienceDirect, kami mengidentifikasi tren dan kesenjangan yang muncul dalam berbagi pengetahuan pertanian selama beberapa dekade terakhir. Dengan menggunakan teori sistem sosioteknis, kami membangun model konseptual yang menggambarkan hubungan antara subsistem teknis yang terdiri dari perangkat digital dan subsistem sosial yang terdiri dari enam kelompok pemangku kepentingan yang teridentifikasi dari pemerintah, industri, dan akademisi. Analisis kami menunjukkan bahwa teknologi digital meningkatkan efisiensi, skala, dan keragaman transfer pengetahuan. Sementara itu, partisipasi pemangku kepentingan memfasilitasi pergerakan menuju subsistem teknologi dan sosial yang terintegrasi. Perspektif ini menawarkan solusi efektif bagi para pembuat kebijakan yang ingin mengembangkan strategi digitalisasi komprehensif yang mengintegrasikan kerangka kerja sosial ekonomi dan inovasi untuk pembangunan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi implikasi kerangka kerja pengetahuan digital terhadap keberlanjutan dan ketahanan di sektor pertanian dan pangan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain