Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Understanding collaboration in short food supply chains: a focus on collaborative relationships, interaction mechanisms and relational benefits
Penanda Bagikan

Electronic Resource

Understanding collaboration in short food supply chains: a focus on collaborative relationships, interaction mechanisms and relational benefits

Stoeva, S. - Nama Orang; Van Gompel, R. - Nama Orang; Van den Bossche, L. - Nama Orang; Slavova, E. Rogge, P. - Nama Orang; Grivins, M. - Nama Orang; Mileiko, I. - Nama Orang;

The article provides an original conceptual framework to advance the knowledge of short food supply chains (SFSCs) collaboration by bridging supply chain management approaches with empirical evidence from the agri-food sector. Through an in-depth analysis of 14 initiatives across Europe, it explores the multi-faceted nature of SFSCs collaboration, revealing a complex interplay between collaborative relationships, interaction mechanisms, and relational benefits. By identifying seven key interaction mechanisms—information sharing, decision synchronisation, goal congruence, incentive alignment, resource sharing, joint knowledge creation, and collaborative communication—the article shows how these mechanisms generate both tangible and intangible relational benefits, including fair pricing, reduced transaction costs, enhanced market knowledge, technological skills, and stronger community engagement. The findings demonstrate that SFSCs collaborations operate as dynamic ecosystems characterised by complex interdependencies among diverse actors. This diversity extends beyond traditional business-to-business (B2B) models to include business-to-consumer (B2C), consumer-to-business (C2B), and hybrid business-to-business-to-consumer (B2B2C) relationships. These varied collaborative structures facilitate mutual learning, innovation, and value co-creation, crucial for the resilience and adaptability of local food systems. The presence of robust interaction mechanisms is essential for fostering effective partnerships and generating relational benefits, even if not all mechanisms are consistently present in every type of collaborative relationships.

Artikel ini menyediakan kerangka kerja konseptual orisinal untuk memajukan pengetahuan kolaborasi rantai pasokan pangan pendek (SFSC) dengan menjembatani pendekatan manajemen rantai pasokan dengan bukti empiris dari sektor agri-pangan. Melalui analisis mendalam terhadap 14 inisiatif di seluruh Eropa, artikel ini mengeksplorasi sifat multifaset kolaborasi SFSC, mengungkap interaksi kompleks antara hubungan kolaboratif, mekanisme interaksi, dan manfaat relasional. Dengan mengidentifikasi tujuh mekanisme interaksi utama—berbagi informasi, sinkronisasi keputusan, keselarasan tujuan, penyelarasan insentif, berbagi sumber daya, penciptaan pengetahuan bersama, dan komunikasi kolaboratif—artikel ini menunjukkan bagaimana mekanisme ini menghasilkan manfaat relasional yang nyata dan tidak nyata, termasuk penetapan harga yang adil, pengurangan biaya transaksi, peningkatan pengetahuan pasar, keterampilan teknologi, dan keterlibatan masyarakat yang lebih kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi SFSC beroperasi sebagai ekosistem dinamis yang dicirikan oleh saling ketergantungan yang kompleks di antara beragam aktor. Keberagaman ini melampaui model bisnis-ke-bisnis (B2B) tradisional dan mencakup hubungan bisnis-ke-konsumen (B2C), konsumen-ke-bisnis (C2B), dan hibrida bisnis-ke-bisnis-ke-konsumen (B2B2C). Struktur kolaboratif yang beragam ini memfasilitasi pembelajaran bersama, inovasi, dan penciptaan nilai bersama, yang krusial bagi ketahanan dan adaptabilitas sistem pangan lokal. Kehadiran mekanisme interaksi yang kuat sangat penting untuk membina kemitraan yang efektif dan menghasilkan manfaat relasional, meskipun tidak semua mekanisme hadir secara konsisten dalam setiap jenis hubungan kolaboratif.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Agricultural and Food Economics
No. Panggil
-
Penerbit
: Springer Nature., 2024
Deskripsi Fisik
Hal. 1 - 34
Bahasa
English
ISBN/ISSN
21937532
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
computer
Tipe Pembawa
online resource
Edisi
12, Article number: 49
Subjek
Supply chain collaboration
Relational benefits
Interaction mechanisms
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
S. Stoeva, R. Van Gompel, L. Van den Bossche, E. Rogge, P. Slavova, M. Grivins and I. Mileiko
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Understanding collaboration in short food supply chains: a focus on collaborative relationships, interaction mechanisms and relational benefits
    https://doi.org/10.1186/s40100-024-00344-4
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?