Electronic Resource
Understanding collaboration in short food supply chains: a focus on collaborative relationships, interaction mechanisms and relational benefits
The article provides an original conceptual framework to advance the knowledge of short food supply chains (SFSCs) collaboration by bridging supply chain management approaches with empirical evidence from the agri-food sector. Through an in-depth analysis of 14 initiatives across Europe, it explores the multi-faceted nature of SFSCs collaboration, revealing a complex interplay between collaborative relationships, interaction mechanisms, and relational benefits. By identifying seven key interaction mechanisms—information sharing, decision synchronisation, goal congruence, incentive alignment, resource sharing, joint knowledge creation, and collaborative communication—the article shows how these mechanisms generate both tangible and intangible relational benefits, including fair pricing, reduced transaction costs, enhanced market knowledge, technological skills, and stronger community engagement. The findings demonstrate that SFSCs collaborations operate as dynamic ecosystems characterised by complex interdependencies among diverse actors. This diversity extends beyond traditional business-to-business (B2B) models to include business-to-consumer (B2C), consumer-to-business (C2B), and hybrid business-to-business-to-consumer (B2B2C) relationships. These varied collaborative structures facilitate mutual learning, innovation, and value co-creation, crucial for the resilience and adaptability of local food systems. The presence of robust interaction mechanisms is essential for fostering effective partnerships and generating relational benefits, even if not all mechanisms are consistently present in every type of collaborative relationships.
Artikel ini menyediakan kerangka kerja konseptual orisinal untuk memajukan pengetahuan kolaborasi rantai pasokan pangan pendek (SFSC) dengan menjembatani pendekatan manajemen rantai pasokan dengan bukti empiris dari sektor agri-pangan. Melalui analisis mendalam terhadap 14 inisiatif di seluruh Eropa, artikel ini mengeksplorasi sifat multifaset kolaborasi SFSC, mengungkap interaksi kompleks antara hubungan kolaboratif, mekanisme interaksi, dan manfaat relasional. Dengan mengidentifikasi tujuh mekanisme interaksi utama—berbagi informasi, sinkronisasi keputusan, keselarasan tujuan, penyelarasan insentif, berbagi sumber daya, penciptaan pengetahuan bersama, dan komunikasi kolaboratif—artikel ini menunjukkan bagaimana mekanisme ini menghasilkan manfaat relasional yang nyata dan tidak nyata, termasuk penetapan harga yang adil, pengurangan biaya transaksi, peningkatan pengetahuan pasar, keterampilan teknologi, dan keterlibatan masyarakat yang lebih kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi SFSC beroperasi sebagai ekosistem dinamis yang dicirikan oleh saling ketergantungan yang kompleks di antara beragam aktor. Keberagaman ini melampaui model bisnis-ke-bisnis (B2B) tradisional dan mencakup hubungan bisnis-ke-konsumen (B2C), konsumen-ke-bisnis (C2B), dan hibrida bisnis-ke-bisnis-ke-konsumen (B2B2C). Struktur kolaboratif yang beragam ini memfasilitasi pembelajaran bersama, inovasi, dan penciptaan nilai bersama, yang krusial bagi ketahanan dan adaptabilitas sistem pangan lokal. Kehadiran mekanisme interaksi yang kuat sangat penting untuk membina kemitraan yang efektif dan menghasilkan manfaat relasional, meskipun tidak semua mekanisme hadir secara konsisten dalam setiap jenis hubungan kolaboratif.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain