Electronic Resource
Investigating Indonesian EFL students’ writing strategies: a framework for self-assessment
This study aimed to investigate the writing strategies across the three key stages: pre-writing, writing, and post-writing. Using a mixed-methods approach, the data were collected through a survey questionnaire of writing strategies that consist of 30 items about students’ writing strategies, which include self-regulating strategies, cognitive strategies, and metacognitive strategies. Sixty-two undergraduate students were involved as the participants of this study. The findings indicate that overall strategy use across all stages was moderate. In the pre-writing stage, students frequently set goals (M = 2.13) and organized ideas (M = 2.74), but seldom used exploratory strategies such as source searching (M = 1.69) and mind-mapping (M = 2.02). During the writing stage, students applied moderate self-regulation strategies, such as setting draft deadlines (M = 2.66), but showed limited focus on accurate grammar and mechanics (M = 2.02) and reflective practices (M = 2.23). In the post-writing stage, reviewing for content and organization scored the lowest (M = 1.66), while rubric use (M = 2.53) and draft finalization (M = 2.66) were more frequently practiced. These findings highlight the needs of metacognitive engagement and reflective practices to enhance students’ writing skills. Pedagogically, this study suggests integrating reflective practices, collaborative activities, and technology tools like AI-driven writing platforms to put it all together to promote learner autonomy. In addition, this research involves a small number of participants and is applied in a narrow context; future studies should be applied to larger groups of participants from various EFL settings.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi menulis pada tiga tahap utama: pra-penulisan, penulisan, dan pasca-penulisan. Dengan menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods), data dikumpulkan melalui kuesioner survei strategi menulis yang terdiri dari 30 item tentang strategi menulis siswa, yang meliputi strategi regulasi diri, strategi kognitif, dan strategi metakognitif. Enam puluh dua mahasiswa sarjana terlibat sebagai peserta dalam penelitian ini. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan strategi secara keseluruhan di semua tahap bersifat moderat. Pada tahap pra-menulis, siswa sering menetapkan tujuan (M = 2,13) dan mengorganisir ide (M = 2,74), tetapi jarang menggunakan strategi eksploratif seperti pencarian sumber (M = 1,69) dan mind-mapping (M = 2,02). Selama tahap penulisan, mahasiswa menerapkan strategi regulasi diri yang moderat, seperti menetapkan batas waktu draf (M = 2,66), tetapi menunjukkan fokus yang terbatas pada tata bahasa dan mekanika yang akurat (M = 2,02) dan praktik reflektif (M = 2,23). Pada tahap pasca-penulisan, peninjauan konten dan organisasi memperoleh skor terendah (M = 1,66), sementara penggunaan rubrik (M = 2,53) dan finalisasi draf (M = 2,66) lebih sering dilakukan. Temuan ini menyoroti kebutuhan akan keterlibatan metakognitif dan praktik reflektif untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa. Secara pedagogis, studi ini menyarankan integrasi praktik reflektif, aktivitas kolaboratif, dan alat teknologi seperti platform penulisan berbasis AI untuk menggabungkan semua elemen tersebut guna mempromosikan otonomi belajar. Selain itu, penelitian ini melibatkan jumlah peserta yang kecil dan diterapkan dalam konteks yang terbatas; penelitian di masa depan sebaiknya diterapkan pada kelompok peserta yang lebih besar dari berbagai lingkungan pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain