Electronic Resource
Tracking progress to foster motivation: implementing a rubric-based P-score model in Japanese university EFL courses
This study introduces the rubric-based progress score (P-score), a model emphasizing individual student growth, as a complement to conventional assessment. By integrating progress tracking into grading, the P-score offers students a clearer understanding of their academic development over time. Designed to work alongside existing systems, the P-score highlights learners’ efforts and improvements while maintaining fairness and transparency in evaluation. The study addresses three key aspects: (1) the development of the P-score model, (2) its implementation in university-level English courses, and (3) an examination of student perceptions through two surveys (N ≈ 120) to assess its feasibility. Conducted over one academic year, students completed timed writing tests assessed using the P-score rubric. To support feedback and consistency in implementation, generative AI was used for rubric-based writing assessments and feedback generation. Survey results indicate strong student support for the P-score as an intuitive and motivational assessment tool. The findings highlight both its classroom feasibility and areas for further refinement, reflecting the iterative nature of assessment innovation. This study offers empirical insights into progress-based assessment and demonstrates the potential of AI-supported testing as a form of formative feedback in promoting self-directed learning in EFL contexts.
Studi ini memperkenalkan Skor Kemajuan Berbasis Rubrik (P-score), sebuah model yang menekankan pertumbuhan individu siswa, sebagai pelengkap penilaian konvensional. Dengan mengintegrasikan pelacakan kemajuan ke dalam penilaian, P-score memberikan siswa pemahaman yang lebih jelas tentang perkembangan akademik mereka seiring waktu. Dirancang untuk bekerja bersama sistem yang sudah ada, P-score menyoroti upaya dan perbaikan siswa sambil menjaga keadilan dan transparansi dalam penilaian. Studi ini mencakup tiga aspek utama: (1) pengembangan model P-score, (2) implementasinya dalam kursus bahasa Inggris tingkat universitas, dan (3) analisis persepsi siswa melalui dua survei (N ≈ 120) untuk menilai kelayakannya. Dilakukan selama satu tahun akademik, mahasiswa menyelesaikan ujian menulis berwaktu yang dievaluasi menggunakan rubrik P-score. Untuk mendukung umpan balik dan konsistensi implementasi, kecerdasan buatan generatif digunakan untuk penilaian menulis berbasis rubrik dan pembangkitan umpan balik. Hasil survei menunjukkan dukungan kuat dari mahasiswa terhadap P-score sebagai alat penilaian yang intuitif dan motivasional. Temuan ini menyoroti kelayakan penggunaannya di kelas serta area yang memerlukan penyempurnaan lebih lanjut, mencerminkan sifat iteratif dari inovasi penilaian. Studi ini memberikan wawasan empiris tentang penilaian berbasis kemajuan dan menunjukkan potensi tes yang didukung AI sebagai bentuk umpan balik formatif dalam mempromosikan pembelajaran mandiri dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain