Electronic Resource
"Penghapusan kesedihan” —Analisis puisi Su Shi “pindah ke paviliun Lingao” melalui perspektif gerakan budaya “Tiga Ajaran dalam Satu” Dinasti Song Utara = “悲傷的揚棄” ——從北宋“三教合一”的文化思潮分析蘇軾《遷居臨臯亭》
Abstrak
Sintesis antara Konfusianisme, Taoisme, dan Buddhisme merupakan ciri khas fundamental pemikiran budaya Dinasti Song Utara, yang secara mendalam mempengaruhi para cendekiawan seperti Su Shi. Pada masa-masa kesusahan pribadi, perpaduan tradisi filosofis ini tampak lebih jelas dalam karya-karya Su Shi, membentuk aspek integral dari filsafat estetikanya. Makalah ini mengambil puisi Su Shi “Pindah ke Paviliun Lingao” sebagai teks analitis utamanya.
Berlandaskan penilaian sarjana Jepang Kikuchi Kojiro tentang “sublimasi kesedihan” Su Shi, dan mempertimbangkan konteks sosial “sintesis tiga aliran” Dinasti Song Utara, makalah ini mengeksplorasi bagaimana puisi Su Shi mencapai sublimasi emosi kesedihan.
Kata kunci: Su Shi, Konfusianisme, Taoisme, Buddhisme, “Pindah ke Paviliun Lingao”
摘要 儒、道、佛三教合一是北宋文化思潮的基本特徵,對以蘇軾為首的北宋文人影
響頗深。在身處人生低谷時,儒、道、佛思想的融合在蘇軾作品中體現得更加明顯,是
蘇軾文藝思想美學特質的一部分。本文以蘇軾黃州詩《遷居臨臯亭》為主要分析文本,
從日本學者吉川幸次郎對蘇軾“揚棄悲傷”的評價出發,結合北宋“三教合一”的社會
背景,評述蘇軾詩如何實現了對悲哀情感的揚棄。
關鍵詞 蘇軾、儒道佛、《遷居臨臯亭》
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain