Electronic Resource
Measuring the Indonesian SMEs’ capabilities for sociodynamic and disruptive innovation: the case for gaining resilience and sustainability
Owing to the evolution of information and technology, SMEs intensively get information about future probable economic benefits for their internal businesses. Furthermore, by adapting to the dynamics of their business environment, SMEs encourage themselves to carry out disruptive innovations that create distinctive products and new market segments, improving their aggregative competencies and overall business. Therefore, this study investigates whether SMEs in Indonesia posit and employ sociodynamic factors and disruptive innovation to gain resilience and sustainability. Moreover, it explores the importance of the government's strategic policy formulation in connection with the embeddedness of sociodynamic factors and disruptive innovation in SMEs’ businesses. Methodologically, within a qualitative approach, this study comprehensively collected its data through three methods: in-depth interviews, observations, and document studies. In addition, it utilised purposive criteria to select high-quality informants from Indonesian SMEs, achieving minimum response bias. Thus, firstly, this paper demonstrates the sequential reasons Indonesian SMEs have overcome economic downturns using sociodynamic factors and disruptive innovation. Secondly, this study shows that the Indonesian Ministry of SMEs has issued fallacious policies focusing on the digital economy. This ministry should encourage SMEs to have a bundled knowledge of sociodynamics and disruptive innovation. Thirdly, this study contradicts the evidence of the barriers to Indonesian SMEs’ capability enhancements via digital transformation by evidencing that most SMEs adopt low-single-platform information.
Seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi, UMKM secara intensif memperoleh informasi mengenai manfaat ekonomi potensial di masa depan untuk bisnis internal mereka. Selain itu, dengan beradaptasi terhadap dinamika lingkungan bisnis mereka, UMKM mendorong diri mereka untuk melaksanakan inovasi disruptif yang menciptakan produk unik dan segmen pasar baru, sehingga meningkatkan kompetensi agregat dan kinerja bisnis secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki apakah UMKM di Indonesia mengidentifikasi dan menerapkan faktor-faktor sosiodinamik dan inovasi disruptif untuk memperoleh ketahanan dan keberlanjutan. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi pentingnya formulasi kebijakan strategis pemerintah terkait dengan keterkaitan faktor-faktor sosiodinamik dan inovasi disruptif dalam bisnis UMKM. Secara metodologis, dalam pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data secara komprehensif melalui tiga metode: wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Selain itu, penelitian ini menggunakan kriteria purposif untuk memilih informan berkualitas tinggi dari UKM Indonesia, sehingga mencapai bias respons minimal. Dengan demikian, pertama-tama, makalah ini menunjukkan alasan berurutan mengapa UKM Indonesia mampu mengatasi resesi ekonomi dengan memanfaatkan faktor-faktor sosiodinamik dan inovasi disruptif. Kedua, penelitian ini menunjukkan bahwa Kementerian UMKM Indonesia telah mengeluarkan kebijakan yang keliru yang berfokus pada ekonomi digital. Kementerian ini seharusnya mendorong UMKM untuk memiliki pemahaman terpadu tentang dinamika sosial dan inovasi disruptif. Ketiga, penelitian ini bertentangan dengan bukti adanya hambatan dalam peningkatan kemampuan UMKM Indonesia melalui transformasi digital, dengan menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM mengadopsi platform informasi tunggal yang rendah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain