Electronic Resource
Toward zero-emission ferries: integrating systematic review and bibliometric analysis insights on alternative fuels and policies
The shipping industry aims to achieve full decarbonization at the European Union (EU) level by mid-century. Over the past decade, various alternative fuels have been explored to address this goal. However, challenges such as insufficient bunkering infrastructure, technological immaturity, and high costs have made shipowners hesitant to invest in “clean” propulsion systems. This study conducts a bibliometric analysis, supported by a systematic literature review, to map and critically synthesize current knowledge on alternative fuels for ferry decarbonization and their alignment with emissions reduction policies. Using the Greek ferry fleet as a representative case study, the paper evaluates the regulatory framework and technical characteristics of various fuel options and examines their compatibility with different vessel categories. A qualitative comparative framework is introduced to link policy types with alternative fuel pathways, offering original insights into policy—fuel alignment. The findings highlight methanol and green electricity (battery-electric systems) as highly promising solutions, especially if battery technologies further advance in the coming years. Hydrogen also presents significant potential, but is currently limited by high production costs and infrastructure requirements. Rather than presenting a quantitative decision-making model this review establishes the conceptual basis for such a framework in future research. This paper also offers innovative proposals to accelerate the adoption of zero-emission fuels, addresses key gaps in existing research, and provides insights for advancing ferry decarbonization
Industri pelayaran berupaya mencapai dekarbonisasi penuh di tingkat Uni Eropa (UE) pada pertengahan abad ini. Selama dekade terakhir, berbagai bahan bakar alternatif telah dieksplorasi untuk mencapai tujuan ini. Namun, tantangan seperti infrastruktur pengisian bahan bakar yang tidak memadai, ketidakmatangan teknologi, dan biaya tinggi telah membuat pemilik kapal enggan berinvestasi dalam sistem propulsi “bersih”. Studi ini melakukan analisis bibliometrik, didukung oleh tinjauan literatur sistematis, untuk memetakan dan mensintesis secara kritis pengetahuan terkini tentang bahan bakar alternatif untuk dekarbonisasi feri dan kesesuaiannya dengan kebijakan pengurangan emisi. Menggunakan armada feri Yunani sebagai studi kasus representatif, makalah ini mengevaluasi kerangka regulasi dan karakteristik teknis berbagai opsi bahan bakar serta menganalisis kesesuaiannya dengan kategori kapal yang berbeda. Kerangka kerja komparatif kualitatif diperkenalkan untuk menghubungkan jenis kebijakan dengan jalur bahan bakar alternatif, menawarkan wawasan asli tentang keselarasan kebijakan-bahan bakar. Temuan menyoroti metanol dan listrik hijau (sistem baterai-listrik) sebagai solusi yang sangat menjanjikan, terutama jika teknologi baterai terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Hidrogen juga memiliki potensi yang signifikan, namun saat ini dibatasi oleh biaya produksi yang tinggi dan persyaratan infrastruktur. Alih-alih menyajikan model pengambilan keputusan kuantitatif, tinjauan ini menetapkan dasar konseptual untuk kerangka kerja semacam itu dalam penelitian di masa depan. Artikel ini juga mengajukan proposal inovatif untuk mempercepat adopsi bahan bakar nol emisi, mengatasi celah kunci dalam penelitian yang ada, dan memberikan wawasan untuk mempercepat dekarbonisasi feri.
Translated with DeepL.com (free version)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain