Electronic Resource
Nutrition for Tactical Athletes: Insights, Applications and Research Gaps
Tactical athletes, including military personnel, firefighters and rescue responders, operate in unpredictable and extreme environments that impose high physical and cognitive demands with life-and-death stakes. Tactical operations demonstrate metabolic demands akin to elite sports. Unlike sports competitions, tactical operations often involve prolonged exertion, limited food/water, disrupted recovery windows and circadian rhythms. This review draws on sports nutrition research to adapt evidence-based strategies for tactical athletes, highlighting key overlaps and distinctions. First, achieving adequate optimal energy availability in tactical athletes is challenging because of unpredictable demands, which makes it important to leverage training sessions to optimise nutrition strategies and energy availability. Second, when operational timelines are predictable, sport nutrient timing principles can be applied. However, under tight operational timelines, tactical athletes should aim for 1–4 g·kg−1 body mass of portable, easily digested carbohydrates with fluids in the 1–4 h before deployment, guided by practicality, logistics and individual gastrointestinal tolerance. When operations are expected to involve moderate-to-high intensity activity within the first 2 h, lower fibre, lower fat and rapidly digestible carbohydrate forms (e.g. gels, sports drinks or soft bars) may be preferred to minimise gastrointestinal discomfort.
Atlet taktis, termasuk personel militer, pemadam kebakaran, dan petugas penyelamat, beroperasi di lingkungan yang tidak terduga dan ekstrem yang menuntut beban fisik dan kognitif tinggi dengan konsekuensi hidup atau mati. Operasi taktis menunjukkan tuntutan metabolik yang serupa dengan olahraga elit. Berbeda dengan kompetisi olahraga, operasi taktis sering melibatkan upaya yang berkepanjangan, pasokan makanan/air yang terbatas, jendela pemulihan yang terganggu, dan ritme sirkadian yang terganggu. Ulasan ini mengacu pada penelitian nutrisi olahraga untuk mengadaptasi strategi berbasis bukti bagi atlet taktis, menyoroti kesamaan dan perbedaan kunci. Pertama, mencapai ketersediaan energi optimal yang memadai pada atlet taktis merupakan tantangan karena tuntutan yang tidak dapat diprediksi, sehingga penting untuk memanfaatkan sesi latihan untuk mengoptimalkan strategi nutrisi dan ketersediaan energi. Kedua, ketika jadwal operasional dapat diprediksi, prinsip penataan nutrisi olahraga dapat diterapkan. Namun, dalam jadwal operasional yang ketat, atlet taktis sebaiknya menargetkan 1–4 g·kg−1 berat badan karbohidrat portabel dan mudah dicerna bersama cairan dalam 1–4 jam sebelum penugasan, dengan mempertimbangkan praktisitas, logistik, dan toleransi gastrointestinal individu. Ketika operasi diperkirakan melibatkan aktivitas intensitas sedang hingga tinggi dalam 2 jam pertama, bentuk karbohidrat dengan serat rendah, lemak rendah, dan mudah dicerna (misalnya gel, minuman olahraga, atau bar lunak) mungkin lebih disukai untuk meminimalkan ketidaknyamanan gastrointestinal.
Translated with DeepL.com (free version)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain