Text
Kelangsungan dan peningkatan pembangunan bangsa dalam era reformasi
Tulisan ini menguraikan perjalanan pembangunan bangsa Indonesia dari masa kolonial, kemerdekaan, hingga era reformasi dengan menekankan pentingnya dimensi ruhani dalam kekuasaan. Nurcholish Madjid menegaskan bahwa kekuasaan bersifat nisbi dan harus dipandang sebagai amanat, bukan sarana pengagungan pribadi. Analisisnya mencakup peran tokoh awal seperti Tjokroaminoto dan Sukarno dalam meletakkan dasar negara kebangsaan modern, serta keberhasilan sekaligus kelemahan kepemimpinan Orde Lama dan Orde Baru. Reformasi 1998 dipandang sebagai momentum korektif untuk menegakkan demokrasi, keadilan sosial, hak asasi manusia, dan masyarakat madani. Madjid menekankan perlunya kepemimpinan otentik yang berlandaskan moralitas publik (civic morality), partisipasi warga negara, serta pendidikan sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Dengan demikian, pembangunan bangsa dalam era reformasi diarahkan pada penguatan negara kebangsaan modern yang menjamin kesejahteraan, keadilan, dan pluralisme.
Kata Kunci: Reformasi 1998, Pembangunan bangsa, Demokrasi, Keadilan sosial, Hak asasi manusia, Masyarakat madani, Kepemimpinan otentik, Moralitas publik, Pendidikan, Negara kebangsaan modern, Pluralisme
This paper outlines Indonesia’s nation-building trajectory from the colonial period, independence, to the reform era, emphasizing the spiritual dimension of power. Nurcholish Madjid asserts that power is relative and should be regarded as a mandate rather than a means of personal glorification. His analysis highlights the role of early figures such as Tjokroaminoto and Sukarno in establishing the foundation of the modern nation-state, as well as the achievements and weaknesses of leadership during the Old Order and New Order. The 1998 Reformation is seen as a corrective momentum to uphold democracy, social justice, human rights, and civil society. Madjid stresses the importance of authentic leadership grounded in public morality (civic morality), citizen participation, and education as the main pillars of nation-building. Thus, nation-building in the reform era is directed toward strengthening a modern nation-state that ensures welfare, justice, and pluralism.
Keywords: Reformation 1998, Nation-building, Democracy, Social justice, Human rights, Civil society, Authentic leadership, Public morality, Education, Modern nation-state, Pluralism
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain