Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Agama, Konfl ik, dan Kekerasan
Penanda Bagikan

Text

Agama, Konfl ik, dan Kekerasan

Trisno S. Sutanto - Nama Orang;

Artikel ini membahas keterkaitan erat antara agama, konflik, dan kekerasan dengan merujuk pada teori René Girard tentang violence and the sacred. Trisno S. Sutanto menyoroti paradoks agama yang di satu sisi merekam aspirasi luhur dan pengorbanan, namun di sisi lain juga menjadi legitimasi bagi penindasan dan kekerasan. Penulis mengkritik sikap apologis yang menafikan keterlibatan agama dalam praktik kekerasan, dan menawarkan pendekatan kritis untuk “membumikan” agama dalam realitas historis-konkret. Dengan mengakui wajah ganda agama, Sutanto menekankan pentingnya kritik diri radikal, pembongkaran mekanisme scapegoating, serta reposisi agama sebagai mitra kritis kekuasaan. Artikel ini menegaskan bahwa dialog antar-iman menjadi kebutuhan mendesak agar agama dapat berperan sebagai bahasa kewenangan moral, bukan sekadar bahasa kekuasaan.

Kata Kunci: Agama, Konflik, Kekerasan, René Girard, Scapegoating, Dialog antar-iman, Kritik diri, Kekuasaan, Sacred violence

This article explores the close relationship between religion, conflict, and violence, drawing on René Girard’s theory of violence and the sacred. Trisno S. Sutanto highlights the paradox of religion, which on one hand embodies noble aspirations and sacrifice, yet on the other hand legitimizes oppression and violence. The author critiques apologetic attitudes that deny religion’s involvement in violent practices and proposes a critical approach to “ground” religion in historical-concrete realities. By acknowledging the dual face of religion, Sutanto emphasizes the need for radical self-criticism, deconstruction of scapegoating mechanisms, and repositioning religion as a critical partner of power. The article underscores that interfaith dialogue is an urgent necessity for religion to serve as a language of moral authority rather than merely a language of power.

Keywords: Religion, Conflict, Violence, René Girard, Scapegoating, Interfaith dialogue, Self-criticism, Power, Sacred violence


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Titik-temu Jurnal dialog peradaban
No. Panggil
Rak Agama
Penerbit
Jakarta : Nurcholish Madjid Society (NCMS)., 2013
Deskripsi Fisik
Hal. 53 - 61
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
19795394
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Volume 6, Nomor 1, Juli - Desember
Subjek
Agama-Masyarakat
Agama dan Kekerasan
Kritik diri
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Trisno S. Sutanto
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?