Text
Agama, Konfl ik, dan Kekerasan
Artikel ini membahas keterkaitan erat antara agama, konflik, dan kekerasan dengan merujuk pada teori René Girard tentang violence and the sacred. Trisno S. Sutanto menyoroti paradoks agama yang di satu sisi merekam aspirasi luhur dan pengorbanan, namun di sisi lain juga menjadi legitimasi bagi penindasan dan kekerasan. Penulis mengkritik sikap apologis yang menafikan keterlibatan agama dalam praktik kekerasan, dan menawarkan pendekatan kritis untuk “membumikan” agama dalam realitas historis-konkret. Dengan mengakui wajah ganda agama, Sutanto menekankan pentingnya kritik diri radikal, pembongkaran mekanisme scapegoating, serta reposisi agama sebagai mitra kritis kekuasaan. Artikel ini menegaskan bahwa dialog antar-iman menjadi kebutuhan mendesak agar agama dapat berperan sebagai bahasa kewenangan moral, bukan sekadar bahasa kekuasaan.
Kata Kunci: Agama, Konflik, Kekerasan, René Girard, Scapegoating, Dialog antar-iman, Kritik diri, Kekuasaan, Sacred violence
This article explores the close relationship between religion, conflict, and violence, drawing on René Girard’s theory of violence and the sacred. Trisno S. Sutanto highlights the paradox of religion, which on one hand embodies noble aspirations and sacrifice, yet on the other hand legitimizes oppression and violence. The author critiques apologetic attitudes that deny religion’s involvement in violent practices and proposes a critical approach to “ground” religion in historical-concrete realities. By acknowledging the dual face of religion, Sutanto emphasizes the need for radical self-criticism, deconstruction of scapegoating mechanisms, and repositioning religion as a critical partner of power. The article underscores that interfaith dialogue is an urgent necessity for religion to serve as a language of moral authority rather than merely a language of power.
Keywords: Religion, Conflict, Violence, René Girard, Scapegoating, Interfaith dialogue, Self-criticism, Power, Sacred violence
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain