Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tantangan Mendidik Generasi Berkarakter di Abad 21
Penanda Bagikan

Text

Tantangan Mendidik Generasi Berkarakter di Abad 21

Muhamad Wahyuni Nafis - Nama Orang;

Artikel ini membahas tantangan pendidikan dalam membentuk generasi berkarakter di abad 21, khususnya generasi Z yang lahir pasca 1996 dan tumbuh sebagai digital native. Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi menuntut paradigma baru pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga pengembangan karakter, spiritualitas, dan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi efektif, serta kreativitas. Penulis menekankan pentingnya empat pilar pendidikan UNESCO—*learning to know, learning to do, learning to live together,* dan *learning to be*—sebagai kerangka menghadapi ketidakpastian global. Pendidikan karakter dipandang sebagai fondasi utama untuk membekali generasi dengan nilai moral, spiritual, dan tanggung jawab sosial, sehingga mereka mampu menghadapi kompleksitas dunia modern dengan integritas dan kesadaran spiritual.

Kata Kunci: Generasi Z, Pendidikan abad 21, Pendidikan karakter, Spiritualitas, Keterampilan abad 21, Empat pilar pendidikan UNESCO, Paradigma pendidikan
---
This article examines the challenges of educating a character-based generation in the 21st century, particularly Generation Z born after 1996 and raised as digital natives. Rapid social, economic, and technological changes demand a new educational paradigm that goes beyond academic knowledge to include character development, spirituality, and 21st-century skills such as critical thinking, collaboration, effective communication, and creativity. The author highlights the importance of UNESCO’s four pillars of education—*learning to know, learning to do, learning to live together,* and *learning to be*—as a framework for addressing global uncertainty. Character education is considered the essential foundation to equip the younger generation with moral values, spirituality, and social responsibility, enabling them to face the complexities of modern life with integrity and spiritual awareness.
Keywords: Generation Z, 21st-century education, Character education, Spirituality, 21st-century skills, UNESCO four pillars of education, Educational paradigm


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Titik-temu Jurnal dialog peradaban
No. Panggil
Rak Agama
Penerbit
Jakarta : Nurcholish Madjid Society (NCMS)., 2013
Deskripsi Fisik
Hal. 85-101
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
19795394
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Volume 6, Nomor 1, Juli - Desember
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Muhamad Wahyuni Nafis
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?