Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Bagaimana seharusnya memperlakukan agama-agama di era sains modern?
Penanda Bagikan

Text

Bagaimana seharusnya memperlakukan agama-agama di era sains modern?

Ioanes Rakhmat - Nama Orang;

Artikel ini menyoroti tantangan dan peluang dalam memperlakukan agama-agama di era sains modern. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seringkali dipersepsikan bertentangan dengan keyakinan religius, namun sesungguhnya keduanya dapat saling melengkapi. Agama menyediakan kerangka nilai, etika, dan makna, sementara sains menawarkan metode empiris untuk memahami realitas. Penulis menekankan pentingnya pendekatan dialogis yang menghindari reduksionisme, baik saintifik maupun teologis, serta mengedepankan sikap kritis, terbuka, dan inklusif. Dengan demikian, agama-agama dapat berperan sebagai mitra moral dalam mengarahkan penggunaan sains demi kemanusiaan, sekaligus memperkaya horizon spiritual masyarakat modern. Artikel ini mengusulkan paradigma integratif yang menempatkan agama dan sains dalam hubungan kooperatif, bukan kompetitif, sehingga keduanya dapat berkontribusi pada pembangunan peradaban yang berkelanjutan.

This article explores the challenges and opportunities of treating religions in the modern scientific era. While science and technology are often perceived as conflicting with religious beliefs, they can in fact complement each other. Religion provides frameworks of values, ethics, and meaning, whereas science offers empirical methods to understand reality. The author emphasizes the importance of a dialogical approach that avoids both scientific and theological reductionism, fostering critical, open, and inclusive attitudes. In this way, religions can serve as moral partners in guiding the use of science for humanity, while enriching the spiritual horizon of modern society. The article proposes an integrative paradigm that situates religion and science in cooperative rather than competitive relations, enabling both to contribute to sustainable civilizational development.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Titik-temu Jurnal dialog peradaban
No. Panggil
Rak Agama
Penerbit
Jakarta : Nurcholish Madjid Society (NCMS)., 2015
Deskripsi Fisik
Hal. 41 - 71
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
19795394
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol. 7, No. 2, Januari - Juni
Subjek
Agama
Pluralisme
Dialog agama-sains
Etika dan nilai
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Ioanes Rakhmat
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?