Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Sinergi pluralisme dan hak asasi manusia dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan
Penanda Bagikan

Art Original

Sinergi pluralisme dan hak asasi manusia dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan

Zulfan Taufik - Nama Orang;

Artikel ini membahas pentingnya sinergi antara pluralisme dan hak asasi manusia (HAM) dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat yang semakin kompleks dan beragam. Pluralisme dipahami sebagai pengakuan dan penerimaan atas keberagaman identitas, budaya, dan keyakinan, sedangkan HAM menjadi fondasi universal yang menjamin martabat setiap individu. Penulis menekankan bahwa keduanya tidak dapat dipisahkan: pluralisme tanpa HAM berisiko jatuh pada relativisme yang mengabaikan keadilan, sementara HAM tanpa pluralisme berpotensi menjadi kaku dan tidak sensitif terhadap konteks sosial-budaya. Dengan mengedepankan pendekatan dialogis, inklusif, dan berbasis etika, sinergi pluralisme dan HAM dapat memperkuat solidaritas sosial, mencegah diskriminasi, serta membangun peradaban yang berkeadilan dan berkelanjutan. Artikel ini mengusulkan paradigma integratif yang menempatkan pluralisme dan HAM sebagai pilar utama dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di era global.

This article examines the importance of synergy between pluralism and human rights (HR) in safeguarding humanitarian values within increasingly complex and diverse societies. Pluralism is understood as the recognition and acceptance of diverse identities, cultures, and beliefs, while HR serves as a universal foundation that guarantees individual dignity. The author argues that the two are inseparable: pluralism without HR risks falling into relativism that neglects justice, while HR without pluralism may become rigid and insensitive to socio-cultural contexts. By promoting dialogical, inclusive, and ethical approaches, the synergy of pluralism and HR can strengthen social solidarity, prevent discrimination, and build a just and sustainable civilization. The article proposes an integrative paradigm that positions pluralism and HR as key pillars in preserving humanitarian values in the global era.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Titik-temu jurnal dialog peradaban
No. Panggil
Rak Agama
Penerbit
Jakarta : Nurcholish Madjid Society (NCMS)., 2015
Deskripsi Fisik
Hal. 135 - 159
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
19795394
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol. 7, No. 2, Januari - Juni
Subjek
HAK ASASI MANUSIA
Pluralisme
Dialog inklusif
Solidaritas sosial
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Zulfan Taufik
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?