Art Original
Sinergi pluralisme dan hak asasi manusia dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan
Artikel ini membahas pentingnya sinergi antara pluralisme dan hak asasi manusia (HAM) dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat yang semakin kompleks dan beragam. Pluralisme dipahami sebagai pengakuan dan penerimaan atas keberagaman identitas, budaya, dan keyakinan, sedangkan HAM menjadi fondasi universal yang menjamin martabat setiap individu. Penulis menekankan bahwa keduanya tidak dapat dipisahkan: pluralisme tanpa HAM berisiko jatuh pada relativisme yang mengabaikan keadilan, sementara HAM tanpa pluralisme berpotensi menjadi kaku dan tidak sensitif terhadap konteks sosial-budaya. Dengan mengedepankan pendekatan dialogis, inklusif, dan berbasis etika, sinergi pluralisme dan HAM dapat memperkuat solidaritas sosial, mencegah diskriminasi, serta membangun peradaban yang berkeadilan dan berkelanjutan. Artikel ini mengusulkan paradigma integratif yang menempatkan pluralisme dan HAM sebagai pilar utama dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di era global.
This article examines the importance of synergy between pluralism and human rights (HR) in safeguarding humanitarian values within increasingly complex and diverse societies. Pluralism is understood as the recognition and acceptance of diverse identities, cultures, and beliefs, while HR serves as a universal foundation that guarantees individual dignity. The author argues that the two are inseparable: pluralism without HR risks falling into relativism that neglects justice, while HR without pluralism may become rigid and insensitive to socio-cultural contexts. By promoting dialogical, inclusive, and ethical approaches, the synergy of pluralism and HR can strengthen social solidarity, prevent discrimination, and build a just and sustainable civilization. The article proposes an integrative paradigm that positions pluralism and HR as key pillars in preserving humanitarian values in the global era.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain