Text
Sebelas Patriot: Representasi Perlawanan Masyarakat Melayu Terhadap Belanda Melalui Sepakbola
Fakta bahwa beragam karya sastra yang sarat akan jejak rekam potret zaman suatu bangsa masih terus dilahap hingga kini kian menyeruak. Dalam karya tersebut, terdapat "kegelisahan" masyarakat yang terwakilkan dan tergambarkan. Warton meyakini pula bahwa sastra adalah gudang adat-istiadat, buku sumber sejarah peradaban, teruta-ma sejarah bangkit dan runtuhnya semangat keksatriaan. Dengan membaca karya sastra berkarakter demikian, khalayak pembaca dapat meraup pengetahuan tentang sejarah dan budaya bangsa di belahan bumi bagian mana saja. Berdasarkan hal-hal tersebut, menarik kiranya untuk menggali kedekatan hubungan antara suatu karya sastra yang terasa begitu merekam potret zaman dengan torehan sejarah sesungguhnya. Adalah Sebelas Patriot, novel teranyar karya Andrea Hirata yang sarat akan potret masyarakat Melayu di Belitung pada zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1945. Dalam tulisan ini, penulis berusaha menganalisis kedekatan unsur sejarah juga warna lokal yang digambarkan Hirata dalam novel Sebelas Patriot dengan fakta-fakta yang tercatat dalam data sejarah sesungguhnya. Kekuatan topik sepakbola yang menjangkiti masyarakat Melayu terjajah sebagai bahasan kuat dalam novel akan turut dipaparkan pula sepanjang sajian. Pada bagian simpulan, penulis meyakini bahwa Sebelas Patriot kiranya penting dianggap sebagai karya sastra yang mengungkap sejarah dan kondisi sosial juga budaya masyarakat Melayu di Belitung pada zaman pendudukan Belanda dengan gaya penceritaan yang mengalir. Karya ketujuh Hirata ini tak kalah bersinar pula dengan karya-karya terdahulunya dalam menyengat dan mengobarkan semangat kebangsaan anak negeri.
The fact that various literary works filled with track record of the portrait of a nation's era are still devoured until now increasingly emerges. In those works, there are
"anxieties" in the society that are represented and described. Warton also believed that literature is a repository of tradition, resource books of history civilization, especially history of the rise and fall of the spirit of chivalry. By reading literatures with such characteristics, readers are able to obtain knowledge of the history and culture of any nations in any hemispheres. It is Sebelas Patriot, the latest novel by Andrea Hirata, that is rich in portrait of Malay society in Belitung in the Dutch colonial era circa 1945. In this paper, the writer tried to delve Hirata's effort in concocting his perceptions of the historical facts that exist.
The power of football topic that plagued the colonized Malay society as a strong discussion in this novel would also be explained along the course. At the conclusion, writer believed that Sebelas Patriot is presumably important to be considered as a very realistic historical background literature and completed with social and culture conditions of Malay society in Belitung in the Dutch colonial era in a flowing narrative style. This Hirata's seventh work here is also no less shining than his previous works in charging and kindling the nationalism spirit of the young generation.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain