Text
Aspek Semiotis dalam Puisi Bertema Malaikat
Malaikat selalu identik dengan kesetiaan, ketaatan, keindahan, kekuatan, dan keanggunan. Malaikat senantiasa diagungkan dan memiliki tempat yang khusus dalam ranah religi sebagai kepanjangan tangan Tuhan. Demikian agungnya makhluk yang diciptakkan Allah dari cahaya itu hingga ditempatkan pada posisi kedua Rukun Iman (dalam agama Islam). Namun, tidak semua malaikat digambarkan dalam situasi baik. Beberapa penyair di dunia siber mengungkapkan sosok yang berbeda tentang malaikat di dalam karya mereka. Malaikat mengalami metamorfosis yang demikian luas tidak hanya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling setia, tetapi lebih sebagai refleksi atas beberapa fenomena yang terjadi di dalam kehidupan nyata. Makalah ini memaparkan mitos malaikat dalam puisi pada beberapa situs pencarian. Analisis pada sumber data dilandasi teori semiotik Roland Barthes, terutama pada sistem pemaknaan sekunder (konotasi dan metabahasa). Sosok malaikat dalam puisi sangat beragam. Malaikat tidak lagi merujuk pada makhluk yang diciptakan Tuhan dari cahaya, tetapi pada manusia dalam berbagai status. Mitos tersebut malaikat dalam puisi juga dapat men-gundang reaksi beragam.
Angels are identically connected to these following criteria: loyalty, obedience, beauty, strength, and elegance. Angels are always honored on the religion space. They have a special place in the realm of religions as delegates of the Lord. Based of those reasons, these light based creatures are placed in the second position Pillars of Faith (in Islam). However, angels are not always be depicted in an good situation. Some cyber poets reveal different figures of angels in their works. Angels suffered such extensive metamorphosis not only as God's most faithful 'staff, but rather as a reflection of several phenomena that occur in the reality. This paper exposes the myth of the Angel in the poem on a few search sites. Analysis of the data below were based on the theory of semiotik Roland Barthes, particularly on the definition of the secondary system (connotation and metalanguage). Angel myth in poetry is very diverse.
Angels no longer refers to beings that created from the light, but humans in different status.
There so many reactions of choosing the word 'angle' on the poem.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain