Text
Kritik Ideologi terhadap Nilai Sosial Budaya Pernikahan dalam Novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang unsur intrinsik, untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang unsur ekstrinsik, untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang nilai sosia budaya pernikahan, dan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang kritik ideology terhadap nilai sosial budaya pernikahan yang terdapat dalam novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode Karya Sumiman Udu. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik.
Kritik ideologi dalam novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode merupakan penolakan atas keyakinan masyarakat bermarga Ode yang mengharuskan untuk menikah dengan sesama marga sehingga terjadi pemaksaan oleh orang tua untuk menikahkan anaknya dengan sesama marga. Hal ini tidak hanya sebagai bentuk diskriminasi terhadap kelas sosial yang tidak memiliki marga Ode, tetapi juga tidak mencerminkan akhlak seorang marga Ode. selain itu, keberadaan gelar "Ode" pada orang Buton masih sangat dihargai, sehingga pernikahan dilakukan secara terpaksa. Masalah yang terjadi selanjutnya, ketika menjalani laku kehidupan rumah tangga. Perasaan tidak suka (benci) masih melekat di pikiran keluarga, dengan dasar hanya tidak bergelar "Ode".
This study aims to gain an in-depth understanding of the intrinsic elements contained, to gain an in-depth understanding of the extrinsic elements, to gain an in-depth understanding of the social and cultural values of marriage, and to gain an in-depth understanding of the ideological critique of the socio-cultural values of marriage in Sumiman Udu's novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode.
The method used in this research is qualitative research using a genetic structuralism approach.
The ideological criticism in the novel Di Bawah Bayang-Ode is a rejection of the belief of the Ode clan community that requires marriage to other clans so that parents are forced to marry their children to other clans. This is not only a form of discrimination against social classes that do not have an Ode clan, but also does not reflect the morals of an Ode clan. Besides that, the existence of the title "Ode" in the Butonese people is still very much appreciated, so that the marriage is done forcibly. Problems that occur next, when living the behavior of the household. Feelings of dislike (hate) are still lingering in the minds of the family, on the basis that they are not only entitled "Ode".
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain