Text
Tindak Tutur Direktif Dan Maknanya pada Komunikasi Masyarakat Betawi di Kampung Selang Cau Kecamatan Cibitung dalam Kajian Hermeneutik
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Tindak Tutur Direktif dan Maknanya Pada Komunikasi Masyarakat Betawi di Kampung Selang Cau Kecamatan Cibitung dalam Kajian Hermeneutik.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pustaka yang berarti peneliti mencari bahan data atau sumber data yang berhubungan dengan kegiatan peneliti ini melalui buku-buku yang relevan sebagai landasan teori. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini dengan menggunakan pendekatan objektif deskriptif dan kualitatif yang mendeskripsikan gambaran unsur dalam Tindak Tutur Direktif dan Maknanya Pada Komunikasi Masyarakat Betawi di Kampung Selang Cau Kecamatan Cibitung dalam Kajian Hermeneutik. Penelitian ini memiliki langkah kerja untuk mendeskripsikan secara terperinci bentuk-bentuk tidak tutur direktif pada bahasa betawi pada komunikasi masyarakat di kampung Selang Cau. penggunaan tindak tutur direktif lebih dominan terdapat aspek direktif pertanyaan sebanvak 52 temuan dengan 44,07%. kedua aspek direktif menasehatkan sebanyak 19 temuan dengan 16,10%, ketiga aspek direkit larangan sebanyak 17 temuan dengan 14,41%, keempat aspek direktif meminta sebanyak 14 temuan dengan 11,86%, kelima aspek perintah sebanyak 11 temuan dengan 9,32%, dan terakhir aspek direktif memberikan wewenang sebanyak 5 temuan dengan 16,10%. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa aspek tindak pertanyaan pada komunikasi masyarakat betawi di kampung Selang Cau lebih dominan dibanding dengan unsur lainnya.
The purpose of this study was to see the Directional Actions and Its Meaning in Betawi Community Communication in Selang Cau Village, Cibitung District in Hermeneutic Studies. In this study, researchers used the library method, which means that researchers look for data materials or data sources related to the researcher's activities through relevant books as a theoretical basis. The research method used to analyze this research with a descriptive and qualitative objective approach that describes the material description in the Directional Speech Actions and Its Meaning in Betawi Community Communication in Kampung Selang Cau, Cibitung District in Hermeneutic Studies. This study has a work step to describe in detail the forms of directive speech in Betawi language in community communication in Selang Cau village. The more dominant use of speech acts, there were 52 directive question aspects with 44.07%, the two directive aspects suggested 19 findings with 16.10%, the three aspects of the prohibition directive were 17 findings with 14.41%, the four directive aspects asked as many as 14 findings with 11.86%, the five aspects of the command were 11 findings with 9.32%, and finally the directive aspect gave as many as 5 findings with 16.10%. Thus, the authors conclude that the questioning aspect of the Betawi community communication in Selang Cau village is more dominant than the other elements.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain