Database Jurnal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Tradisi Lisan Male-male: Nyanyian Kematian dalam Masyarakat Ciacia

Asrif - Nama Orang;

Male-Male merupakan syair yang dinyanyikan sesaat setelah seorang warga yang dianggap sosok sempurna meninggal dunia. Tradisi lisan ini menggambarkan penghargaan masyarakat terhadap sosok sempurna melalui ungkapan kesedihan, kerinduan, ketabahan, dan puji-pujian. Pelaksanaan Male-Male memiliki sejumlah fungsi, baik fungsi pribadi (penutur dan tuan rumah) maupun fungsi bagi masyarakat (warga yang melayat). Bagi penutur dan tuan rumah, tradisi ini berfungsi untuk menghibur, kepedulian sesama, penyebaran nilai-nilai sosial dan agama, prestise, dan mewariskan tradisi. Bagi masyarakat, Male-Male berfungsi sebagai sarana mengingatkan diri akan kematian, memperkokoh keimanan, dan meningkatkan empati, serta solidaritas sesama. Diperlukan upaya pewarisan dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini. Pewamisan formal yakni melalui sekolah, sedangkan pewarisan informal melalui penguatan lembaga adat.

Male-Male is lyrics sung upon the death of a member of the society who is considered a perfect person. This oral tradition shows the society appreciation towards the person through the expression of sadness, longing, partience and praises. Male-Male serves various functions; both private functions (the singer and host), and societal function (the guests). For th singer and the host, this tradition serves as consolation, caring towards other members, dissemination of social values and religion, prestige, and passing on a tradition. For the society, Male-Male functions as a self remainder of death, strengthening faith, increasing empathy and solidarity. Efforts to guarantee the continuity of this tradition by the next generation are required. Formal effortcan be made through schools, and the informal ones can be made through the strengthening of tradition bodies.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Jentera Jurnal Kajian Sastra
No. Panggil
Rak Bahasa
Penerbit
Jakarta : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan., 2012
Deskripsi Fisik
Hal. 1-9
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9772089292621
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Volume 2 Nomor 2
Subjek
Tradisi lisan
Male-male
Sosiologis
Pewarisan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Asrif
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Database Jurnal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?