Text
Penerapan Logic Model dan Penganggaran Berbasis Kinerja dalam Peraturan Penganggaran
Penyusunan anggaran berbasis kinerja di Indonesia masih menjadi isu menarik karena penerapannya yang dinamis untuk mencari bentuk yang lebih baik. Penyusunan anggaran belanja kementerian negara/lembaga didasarkan pada peraturan teknis penganggaran yang mengamanatkan penggunaan logic model. Tujuan penelitian ini mengungkap penerapanlogic modelberdasarkan peraturan teknis penganggaran yang mengalami perubahan dalam periode 2009-2018. Proses pengungkapan dalam penelitian ini didasarkan pada tahapan pembangunan logic modelKnowlton dan Philips. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi dan wawancara.Hasilpenelitian mengungkapkan bahwa inputs, activities, outputs, outcomes, dan impactyang digunakan dalam proses penganggaran sejalan dengan tahapan pembangunan logic model. Namun demikian, ada perbedaan dalam hal susunan dan cara menghubungkan antar-elemen logic modeltersebut beserta ruang lingkup definisinya. Implikasi hal tersebut berpengaruh pada kejelasan hubungan kasualitas antar-elemen logic modelyang logis dalam rangka pencapaian tujuan program.
Performance-based budgeting in Indonesia is still an interesting issue because of its dynamic application to search better forms. Budget preparation for agencies is based on technical budgeting regulations that mandate using of a logic model. The purpose of this study is to reveal the application of logic models based on technical regulations of budgeting that have changed in the period 2009-2018. Revealing process in this study is based on the stages of building a logic model created by Knowlton and Philips. This research method employsdescriptive qualitative analysis through documentation studies and interviews. The result of the research indicated that inputs, activities, outputs, outcomes, and impact used in the budgeting process are in line with the stages of building a logic model. However, there are differences in terms of the arrangement and ways of connecting between the logical elements of the model and the scope of their definitions. The implication of this affects the clarity of causality betweenlogical elements of the logic model to achieve program objectives.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain