Text
Konsep Angkasa Raya Ruang dan Waktu dalam Pameran Temporer Museum Sonobudoyo 2019
Museum dikenal sebagai lembaga edukasi yang bertanggung jawab untuk memberikan narasi pengetahuan tertentu sesuai dengan visi dan misi museum itu sendiri. Museum Sonobudoyo sebagai salah satu museum tertua di Indonesia memiliki visi sebagai sebuah lembaga kebudayaan yang mengekpresikan kebudayaan Jawa. Melalui Pameran Temporer Tahunan di Tahun 2019, pengunjung diundang untuk melihat lebih dekat mengenai konsep etnoastronomi dalam budaya Jawa dan Bali melalui pameran yang bertajuk "Angkassaa Raya, Ruang, dan Waktu". Pameran ini mencoba mengangkat ide mengenai praktik pengamatan benda angkasa yang telah dilakukan masyarakat Nusantara tradisional jauh sebelum ilmu astronomi modern berkembang. Masyarakat Jawa telah membaca angkasa untuk memecahkan permasalahan keseharian mereka seperti navigasi, waktu, kalender, pertanian, bahkan ramalan. Tulisan ini akan melihat bagaimana konsep angkasa raya, ruang, dan waktu diterapkan dalam sebuah pameran serta koleksi apa asaja yang akan merepresentasikan ide tersebut. Penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatankualitatif melalui studi pustaka dan studi komparasi terhadap benda koleksi museum.
Kata kunci: pameran temporer, ruang, waktu, etno-astronomi.
Museum is known as an educational institution that is responsible to bring certain knowledge narration that is convenient with the vision to be a cultural institution for the nurture of the Javanese culture. Along with it, the annual exhibition of Sonobudoyo in 2019 invites the visitor to take a closer look about ethno-astronomy of Javanese and Balinese culture with the theme "Space and Time". This exhibition raises the idea of celestial observation practice which already began since the human life in earth. Long before people discover of modern telescope which develop the astronomy science, people in many culture had already read the sign from the sky to solve their daily problem such for navigation, time, calendar, harvest, and even the prophecy. This paper aim to look how the concept of time and space applied into the museum exhibition. Also, what kind of collections that suitable to represent the idea of ethno-astronomy culture in Java and Bali. The research based from desktop study and research in museum's collections.
Keyword: temporary exhibition, spcae, time, ethno-astronomy.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain