Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of
Penanda Bagikan

Text

"Mallappessang olok-kolok": perjumpaan Islam dan tradisi lokal dalam memori kolektif masyarakat Bugis

Rismawidiawati - Nama Orang; Muh. Subair - Nama Orang; Syahrir Kila - Nama Orang;

Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan fokus kajian pada memori kolektifmasyarakat Bugis tentang perjumpaan Islam dan tradisi lokal. Dengan melakukanpengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, penelitian inimemperlihatkan bahwa tradisi mallappessang olok-kolok ternyata memicu kontroversi dalammasyarakat. Realitas tradisi berbasis cerita lisan masyarakat ini kemudian dianalisis secaranaratif. Mallappessang olok-kolok adalah tradisi “tolok bala” yaitu cara lokal yang dilakukansebagai aksi pencegahan terhadap bahaya bencana. Contoh praktik Tolak bala Mallappessangolok-kolok dalam masyarakat Bugis adalah dengan cara melepas hewan di hutan dalamrangka mengharapkan kesembuhan dari suatu penyakit. Ternyata ada yang memandangtradisi itu sebagai hal yang bertentangan dengan Islam dalam aspek kesinambungannyadari animisme, dinamisme dan pelaksanaannya yang dinilai tidak masuk akal. Pada sisilain, ada juga kelompok yang menganggap mallappessang olok-kolok sebagai tradisi yangsesuai dengan ajaran Islam. Seperti melepas hewan di hutan untuk memberi makan hewanbuas dimaknai masyarakat Bugis sebagai ungkapan persahabatan manusia dengan alam,melepas hewan dapat menjadi pengikat hubungan dengan leluhur melalui tata-carapelaksanaannya yang disesuikan dengan petunjuk leluhur, dan melepas hewan di hutanjuga menjadi pengikat kebersamaan yang ditandai dengan keikutsertaan keluarga, kerabat,dan tetangga dalam proses pelaksanaannya. Narasi perbedaan cara pandang ini kemudianbergulir menjadi diskusi atau dialog antara Islam dan budaya lokal yang kemudian berdampakpada lahirnya tradisi penghormatan terhadap keberadaan tradisi tersebut. Dialog Islam danbudaya lokal merupakan tanda kemajuan pemikiran masyarakat Islam yang tidak sekedarmenerima tradisi sebagai warisan, tetapi juga sebagai ilmu pengetahuan yang berdampakpada penguatan hubungan manusia dengan alam.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Handep Jurnal Sejarah dan Budaya
No. Panggil
-
Penerbit
Daerah Istimewa Yogyakarta : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII., 2023
Deskripsi Fisik
Hal. 81 - 102
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
26140209
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol. 7, No 1, Desember
Subjek
Tradisi lokal - Bugis
Adat istiadat - Islam
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Muh. Subair, Rismawidiawati, Syahrir Kila
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?