Text
Karakter kerentanan anak perempuan terhadap eksploitasi seksual komersial (ESKA): studi kasus di Lombok dan Jakarta
Anak perempuan korban Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) di daerah Jakarta dan Lombok memiliki karakter kerentanan yang unik, sehingga tanpa memahami karakter kerentanan di kedua wilayah itu maka dukungan terhadap mereka tidak bisa optimal. Artikel ini bertujuan memaparkan dan menganalisis pengalaman proyek Down to Zero yang dilakukan oleh Plan International Indonesia (PII) di Jakarta Utara, Jakarta Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Dengan melakukan tinjauan terhadap dokumen maupun hasil studi yang telah dilakukan selama proyek Down to Zero, studi ini menghasilkan beberapa hal berikut. Pertama, kerentanan anak perempuan korban ESKA di Lombok cenderung berhubungan dengan kemiskinan. Selain itu norma dan nilai budaya yang ketat juga menjadi tantangan tersendiri. Berbeda dengan daerah Jakarta, lemahnya perlindungan dari lingkungan keluarga dan pengasuh inti menjadi menjadi hambatan yang signifikan, ditambah lagi dengan kondisi masyarakat yang heterogen dan cenderung individualis menjadikan sistem perlindungan masyarakat tidak berjalan efektif. Kedua, perbedaan ini menunjukkan bahwa sistem perlindungan anak perempuan korban ESKA yang ada tidak berjalan dengan optimal sehingga belum mampu mendukung mereka menjadi manusia berkualitas.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain