Text
Tren dan prospek baru kakao
Artikel ini mengulas keberhasilan Tommy Setiono, seorang pekebun muda berusia 27 tahun asal Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dalam mengelola 10.000 tanaman kakao produktif. Dengan bantuan 10 karyawan, Tommy mampu memanen ribuan buah kakao setiap pekan untuk kemudian diolah melalui proses pembelahan, pengambilan biji, dan fermentasi selama lima hari. Usaha ini menghasilkan 7–8 ton biji kakao kering fermentasi per bulan dari total bahan baku 24–28 ton buah segar. Melalui komoditas bernilai tinggi ini, Tommy meraup omzet minimal Rp315 juta sebulan dengan harga jual Rp45.000 per kg (per April 2022), jauh melampaui harga biji kakao kering biasa yang hanya berkisar antara Rp25.000–Rp28.000 per kg. Di samping aspek ekonomi, artikel ini juga menyoroti tren budidaya kakao organik yang diterapkan oleh Tommy demi membangun kepercayaan pasar, meskipun saat ini ia masih dalam proses pengurusan sertifikasi organik formal untuk mengoptimalkan potensi panen kebunnya yang mencapai 2–3 ton per tahun.
Tidak tersedia versi lain