Text
Jamur tiram: inovasi dan pasar besar
Artikel ini mengulas inovasi pengolahan jamur tiram yang dilakukan oleh Ali Mustofa, seorang petani asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Untuk meningkatkan nilai jual dan mengatasi keterbatasan pasar jamur segar, ia mengeringkan jamur tiram guna menurunkan kadar air hingga 14% sebelum mengolahnya menjadi produk turunan berupa tepung. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pengolahan ini sangat menguntungkan, di mana 10 kg jamur tiram segar menghasilkan 1 kg tepung dengan harga jual Rp200.000/kg—meningkat signifikan dari harga bahan baku segar yang hanya Rp12.000/kg. Kendati potensi pasar domestik dan ekspor sangat besar dengan permintaan rutin mencapai 500 kg per pekan, kemampuan produksi saat ini masih terbatas pada kisaran 100–200 kg per pekan. Keterbatasan volume pasokan ini menjadi kendala utama yang menyebabkan terhentinya pengiriman ekspor akibat belum terpenuhinya kuota minimum yang dikehendaki pembeli.
Tidak tersedia versi lain