Artikel ini membahas upaya menemukan titik-temu antara agama dan sains dari perspektif Islam. Sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa tradisi keilmuan dan spiritualitas pernah berjalan beriringan, melahirkan kemajuan dalam filsafat, kedokteran, matematika, dan astronomi. Namun, modernisasi seringkali menimbulkan dikotomi antara sains sebagai pengetahuan empiris dan agama sebagai sumber nilai …
Artikel ini menyoroti tantangan dan peluang dalam memperlakukan agama-agama di era sains modern. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seringkali dipersepsikan bertentangan dengan keyakinan religius, namun sesungguhnya keduanya dapat saling melengkapi. Agama menyediakan kerangka nilai, etika, dan makna, sementara sains menawarkan metode empiris untuk memahami realitas. Penulis menekankan …
Artikel ini membahas keterkaitan erat antara agama, konflik, dan kekerasan dengan merujuk pada teori René Girard tentang violence and the sacred. Trisno S. Sutanto menyoroti paradoks agama yang di satu sisi merekam aspirasi luhur dan pengorbanan, namun di sisi lain juga menjadi legitimasi bagi penindasan dan kekerasan. Penulis mengkritik sikap apologis yang menafikan keterlibatan agama dalam p…
Artikel “Berkenalan dengan Agama-agama” karya Mahatma Gandhi dalam Titik Temu Vol. 7 No. 1 (2014) mengisahkan pengalaman pribadi Gandhi saat masa studinya di Inggris, ketika ia berinteraksi dengan para penganut Teosofi dan mulai mengenal kitab-kitab suci dari berbagai tradisi agama. Gandhi membaca Bhagawad Gita dalam bahasa Sanskerta bersama dua sahabat Teosofis, kemudian mendalami terjemah…
Artikel ini membahas secara mendalam konsep amar makruf nahi mungkar dalam tradisi Islam dengan menekankan keterkaitannya dengan perintah dakwah khair. Nurcholish Madjid menyoroti bahwa perintah Qur’ani tidak hanya mencakup anjuran kebaikan dan pencegahan keburukan, tetapi diawali dengan seruan kepada al-khayr (kebaikan universal). Melalui kajian linguistik dan tafsir klasik, terutama pemikir…
Tulisan ini adalah tentang upaya merumuskan teologi hidup damai Muslim-Kristen, tentang pasca-modernisme dan masyarakat konsumer, tentang makna din dalam al-Qur’an, dan tantang kesadaran sebagai sumber kebahagiaan.
Nurcholish Madjid mengatakan bahwa dalam kenyataannya setiap kelompok sosial dengan pandangan hidupnya masing-masing mempunyai kaum inteligensianya. Mereka ini berfungsi sebagai “pemberi penjelasan” tentang pandangan hidup yang menjadi anutan masyarakat. Karena itu di mana-mana kaum inteligensia mempunyai kewajiban sebagai sumber informasi bagi masyarakat tentang pandangan hidup tersebut, b…
One of the serious threats to this third millennium civilization is the tendency of religions that is oriented only to a paradigm of narrow con- ceptual doctrinal formulas. Ironically, religions that supposedly promotes peace is now going to be the very potential source of conflict. That situation created a barrier between humans and humans even with the divine. But the evolution of civilizatio…
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan apa itu politisi kompeten dan hubungan strategi kekuasaan yang digunakannya di ruang publik dengan prinsip-prinsip moral dan religius. Penelitian bertumpu pada tesis bahwa kompetensi politisi tidak dapat dilepaskan dari prinsip moral dan religius. Tujuan dicapai melalui komparasi asime- tris terhadap ajaran-ajaran Yesus dengan pemikiran politik…
Hubungan antar individu masyarakat di era moderen lebih dominan didasarkan kepada hitungan-hitungan materi. Akibatnya komunikasi yang terjalin terasa kering, hampa tanpa makna. Bahkan sering terjadi interaksi transaksional yang menjadikan penegaan hukum dan keadilan menjadi kabur dan hanya memihak orang-orang tertentu. Fenomena lain, adalah munculnya perbagai penyakit dimasyarakat seperti menin…