Penelitian ini menyoroti bagaimana organisasi-organisasi seperti Fatayat NU, Rahima, Fahmina Institute, dan Divisi Perempuan LKiS memperjuangkan kesetaraan gender, hak-hak perempuan, pluralisme, serta demokrasi melalui pendekatan berbasis tradisi pesantren dan nilai-nilai Islam progresif. Artikel ini juga menguraikan tantangan dari kelompok Muslim puritan seperti Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) …
Forest and land fire that repeatedly destroyed million hectares of peatland in Indonesia is a result of unsustainable peatland governance for many years. Rural women and men living in peatland have different experiences with forest and land fire. Intersectionality between gender and class, geographical location, and ethnicity further add nuances to these different experiences. This ar…
The situation of agrarian injustice in the rural area carries multiple layers of burden on women. Such situation could be addressesd with the agrarian reform's agenda. This is the reason why the society welcome the announcement of agrarian reform agenda as Joko Widodo administration's priority program. After being in power for four years, finally the government had issued the Presidential Regul…
This study aims to describe the legal protection in the field of labor in Indonesia. for female workers who had experienced harassment in work relationships. The research uses the normative juridical method through statute approach, conceptual approach, and case approach. A particular case of Baiq Nuril is analyzed as a case study. The results showed that Indonesian law has not protected female…
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengatakan negara tidak tidak mungkin sejahtera dan maju jika para perempuannya tertinggal. Karena itu, pemberdayaan perempuan harus terus menjadi agenda kerja bersama seluruh pihak, melalui gotong royong pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Diskursus pemikiran gender, salah satunya berupa konsep penciptaan perempuan memang fenomenal dan kontroversial. Amina Wadud, salah seorang feminis yang menulis buku Qur'an and Woman, berisi tentang kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam tradisi tafsir. Ia mencoba melakukan reinterpretasi dengan menawarkan metode penafsiran modern yang bersifat kontekstual sesuai dengan perubaha…
perempuan sebagai sosok yang pasif dan rendah, Mernissi ber- argumen bahwa banyak sarjana Muslim menggambarkan perempu- an sebagai sosok yang aktif dan memiliki seksualitas agresif. Ia menegaskan bahwa tradisi seperti kerudung dan isolasi di ranah domestik muncul dari keinginan untuk mengontrol peran strategis penting yang dimainkan oleh istri-istri Nabi Muhammad dan wanita- wanita lain pada aw…