Artikel ini menguraikan dinamika gerakan perempuan Muslim progresif di Indonesia, khususnya di Jawa, sepanjang periode 1990–2010. Fokus kajian diarahkan pada organisasi-organisasi seperti Fatayat NU, Rahima, Fahmina Institute, dan Divisi Perempuan LKiS yang berupaya memperjuangkan kesetaraan gender, hak-hak perempuan, serta demokrasi melalui pendekatan berbasis tradisi pesantren dan nilai-nil…
Artikel ini membahas pentingnya sinergi antara pluralisme dan hak asasi manusia (HAM) dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat yang semakin kompleks dan beragam. Pluralisme dipahami sebagai pengakuan dan penerimaan atas keberagaman identitas, budaya, dan keyakinan, sedangkan HAM menjadi fondasi universal yang menjamin martabat setiap individu. Penulis menekankan bahwa keduanya…
Artikel ini menyoroti tantangan dan peluang dalam memperlakukan agama-agama di era sains modern. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seringkali dipersepsikan bertentangan dengan keyakinan religius, namun sesungguhnya keduanya dapat saling melengkapi. Agama menyediakan kerangka nilai, etika, dan makna, sementara sains menawarkan metode empiris untuk memahami realitas. Penulis menekankan …
Tulisan ini menguraikan perjalanan pembangunan bangsa Indonesia dari masa kolonial, kemerdekaan, hingga era reformasi dengan menekankan pentingnya dimensi ruhani dalam kekuasaan. Nurcholish Madjid menegaskan bahwa kekuasaan bersifat nisbi dan harus dipandang sebagai amanat, bukan sarana pengagungan pribadi. Analisisnya mencakup peran tokoh awal seperti Tjokroaminoto dan Sukarno dalam meletakkan…
Artikel “Berkenalan dengan Agama-agama” karya Mahatma Gandhi dalam Titik Temu Vol. 7 No. 1 (2014) mengisahkan pengalaman pribadi Gandhi saat masa studinya di Inggris, ketika ia berinteraksi dengan para penganut Teosofi dan mulai mengenal kitab-kitab suci dari berbagai tradisi agama. Gandhi membaca Bhagawad Gita dalam bahasa Sanskerta bersama dua sahabat Teosofis, kemudian mendalami terjemah…
Dalam delapan novelnya, Ayu Utami menampilkan serangan kritis terhadap doktrin dan praktik agama-agama besar di Indonesia. Kedua buku yang menggambarkan perjuangan spiritual pendeta Katolik Saman (1998-2002) ini menyerukan agar agama lebih aktif di arena politik, namun menyerahkan aturan seksual kepada individu. Novel Bilangan Fu (2008) mengutuk monopoli agama-agama besar demi kepentingan spiri…