Pembatasan jarak sosial (social distancing) adalah salah satu bentuk metode pencegahan penyebaran virus Corona di masa pandemi Covid-19. Metode ini dijalankan oleh berbagai di negara. Di Indonesia, metode pembatasan jarak sosial ini dijalankan melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan penerapan PSBB maka sejumlah besar keg…
Penulis berargumentasi untuk menggunakan landasan teori baru karena kegagalan perspektif Pengarusutamaan Gender dalam melihat persoalan terkait gender. Penulis mengajukan pendekatan interseksionalitas sebagai pendekatan yang mampu melihat persoalan COVID-19 dan implikasinya yang bukan hanya pada gender (laki-laki dan perempuan) tetapi jug…
Artikel ini menggambarkan kemampuan kelompok rentan perempuan Sumba dalam bertahan dan beradaptasi menghadapi pandemi Covid-19. Pengendalian pandemi menimbulkan masalah karena adanya berbagai perubahan seperti yang terjadi pada pola akses pelayanan kesehatan, cara berinteraksi dan berelasi sosial, pola kerja dan status hubungan kerja, penghayatan iman,…
Pandemi telah mengubah praktik spasial masyarakat secara substansial. Pembatasan sosial berskala besar, lockdown, dan kewajiban memakai masker telah mengubah cara manusia membangun relasi intim maupun relasi kewargaan dan demokrasi. Artikel ini membahas tentang bagaimana pandemi mengubah ruang kewargaan (civic space) perempuan aktivis …
Artikel ini menguraikan dinamika gerakan perempuan Muslim progresif di Indonesia, khususnya di Jawa, sepanjang periode 1990–2010. Fokus kajian diarahkan pada organisasi-organisasi seperti Fatayat NU, Rahima, Fahmina Institute, dan Divisi Perempuan LKiS yang berupaya memperjuangkan kesetaraan gender, hak-hak perempuan, serta demokrasi melalui pendekatan berbasis tradisi pesantren dan nilai-nil…
Artikel ini mengkaji kedudukan dan peranan ulama dalam tradisi Islam sebagai pewaris para nabi (waratsat al-anbiya) dan penjaga otoritas keilmuan serta moral umat. Ulama tidak hanya berfungsi sebagai pengajar ilmu agama, tetapi juga sebagai penafsir teks suci, pembimbing spiritual, dan pengawal nilai-nilai etika dalam kehidupan sosial. Sejarah Islam menunjukkan bahwa ulama berperan penting dala…
Artikel ini membahas pentingnya sinergi antara pluralisme dan hak asasi manusia (HAM) dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat yang semakin kompleks dan beragam. Pluralisme dipahami sebagai pengakuan dan penerimaan atas keberagaman identitas, budaya, dan keyakinan, sedangkan HAM menjadi fondasi universal yang menjamin martabat setiap individu. Penulis menekankan bahwa keduanya…
Artikel ini membahas upaya menemukan titik-temu antara agama dan sains dari perspektif Islam. Sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa tradisi keilmuan dan spiritualitas pernah berjalan beriringan, melahirkan kemajuan dalam filsafat, kedokteran, matematika, dan astronomi. Namun, modernisasi seringkali menimbulkan dikotomi antara sains sebagai pengetahuan empiris dan agama sebagai sumber nilai …
Artikel ini menyoroti tantangan dan peluang dalam memperlakukan agama-agama di era sains modern. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seringkali dipersepsikan bertentangan dengan keyakinan religius, namun sesungguhnya keduanya dapat saling melengkapi. Agama menyediakan kerangka nilai, etika, dan makna, sementara sains menawarkan metode empiris untuk memahami realitas. Penulis menekankan …
Artikel ini membahas keterkaitan erat antara agama, konflik, dan kekerasan dengan merujuk pada teori René Girard tentang violence and the sacred. Trisno S. Sutanto menyoroti paradoks agama yang di satu sisi merekam aspirasi luhur dan pengorbanan, namun di sisi lain juga menjadi legitimasi bagi penindasan dan kekerasan. Penulis mengkritik sikap apologis yang menafikan keterlibatan agama dalam p…