Nasr Hamid Abu Zayd menerapkan konsep penafsirannya terhadap teks Al-Qur'an melalui kebebasan berpikir, dan ia mengikuti pendapat ajaran Mutazila yang mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk. Dalam bukunya “Mafhum al-Nash”, terdapat pemikiran yang simpang siur, bahkan ia mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan produk suatu kebudayaan, hingga sebagian intelektual Islam mengklaim dirinya seb…